Mohon tunggu...
alexander christian
alexander christian Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Let's Start it

Selanjutnya

Tutup

Film

Feminisme dalam Film "Captain Marvel" (2019)

6 November 2021   15:00 Diperbarui: 6 November 2021   15:04 619
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: www.kompas.com

Usaha  Marvel Cinematic Universe (MCU) untuk memasukan perempuan sebagai salah satu pemeran superheronya seperti memperlihatkan bahwa  Marvel Cinematic Universe (MCU) ingin merepresentasikan feminisme.

Hal ini terlihat karena biasanya superhero diperankan oleh laki-laki dimana ia memiliki kekuatan, sedangkan perempuan hanya dijadikan sebagai pendampin dalam film tersebut. 

Pada film Captain Marvel ini banyak ditemukan beberapa hal yang dapat memperlihatkan adanya representasi feminisme. Seperti pengambilan gambar pada film Captain Marvel.

Terdapat beberapa scene yang memperlihatkan angle pengambilan gambar Captain Marvel yaitu dengan pengambilan gambar low-angle.   Posisi pengambilan gambar ini bertujuan untuk menggambarkan kesan wibawa atau kekuasaan pada tokoh atau karakter dalam film (Ertanti, 2016).

Selain dari pengambilan gambar, pada jalannya cerita juga memperlihatkan adanya representasi feminisme seperti adegan-adegan perkelahian yang dilakukan oleh Captain Marvel, Ia terlihat ambisius, semangat dan termotivasi tinggi untuk membalas setiap pukulan serta tendangan dari musuhnya. 

Kemampuan berkelahi Captain Marvel memperlihatkan bahwa kekuatannya yang setara dengan pria, di mana hal ini bertentangan dengan anggapan perempuan feminin.

Selain itu, pada pakaian yang digunakan oleh Captain Marvel tidak luput dari fokus Marvel Cinematic Universe (MCU). Dimana meskipun merupakan superhero, tetapi pakaian yang digunakan oleh Captain Marvel tetap memperlihatkan sisi kewanitaannya.

Dalam film ini juga memperlihatkan adanya kekuasaan atau kepemimpinan yang dimiliki oleh Captain Marvel, dimana Ia mampu untuk memimpin pasukannya serta dapat melindungi kaumnya dari bahaya.

Sumber: www.kompas.com
Sumber: www.kompas.com

Oleh karena Captain Marvel juga pemeran utama dalam film, sebagian besar cerita  menceritakan tentang perjuangan Carol Danvers yang pernah terpuruk dan selalu bangkit lagi, sampai akhirnya Ia memiliki kekuatan super. Dimana perjuangannya tersebut juga tak luput memperlihatkan adanya representasi feminimisme.

Dalam film ini dapat dilihat bahwa pihak Marvel Cinematic Universe (MCU) mencoba untuk membawa kesetaraan gender terhadap perempuan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun