Mohon tunggu...
Alek Kurniawan
Alek Kurniawan Mohon Tunggu... Penulis - Blogger

Seorang penulis yang bercita-cita menapakkan kaki di lima benua.

Selanjutnya

Tutup

Inovasi

Prinsip Sustainability untuk Keberlanjutan Bisnis di Era Disrupsi Digital

15 Juni 2022   16:17 Diperbarui: 26 Juni 2022   10:06 193 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi green industry (Foto: iStockPhoto)

Secara historis, sebagian besar perusahaan di dunia hanya berfokus pada profitabilitas. Meskipun saat ini, istilah triple bottom line (TBL) telah menjadi bagian dari bahasa bisnis sehari-hari. Istilah ini menggambarkan tiga garis dasar, yakni sosial, lingkungan, dan keuangan atau sering disebut sebagai  people, planet, dan profit (3P).

Mengubah proses dan praktik untuk secara bersamaan memenuhi ketiga ukuran keberhasilan tersebut mungkin tampak sulit. Namun, ada teknologi digital yang dapat memungkinkan mencapai tujuan itu.

Bisnis yang telah melakukan transformasi digital bisa beroperasi secara berkelanjutan dan lebih siap untuk menghadapi segala tantangan disrupsi di masa depan.

Bagaimana teknologi akan membantu perusahaan bertahan di abad ke-21?

  • Teknologi yang terhubung dengan cerdas menyediakan akses ke aliran data yang diperlukan untuk melacak dan mengevaluasi kinerja dalam hal keberlanjutan serta profitabilitas.
  • Analitik berbasis cloud, machine learning, dan digital twins bekerja sama untuk mengurangi emisi karbon dan meningkatkan efisiensi proses manufaktur.
  • Digitalisasi di seluruh rantai nilai yang kompleks saat ini memungkinkan sirkularitas industri -- 5R: remanufacture, repair, reuse, recycle, dan refurbish.

Langkah menuju keberlanjutan industri jangka panjang

Operasional berkelanjutan pada bisnis tidak hanya sekadar mengurangi penggunaan energi semata, tetapi juga emisi gas rumah kaca, penggunaan plastik, dan memastikan tenaga kerja dan material bersumber secara adil.

Pada laman resmi Schneider Electric disebutkan bahwa semua itu dapat diwujudkan dengan menggabungkan tiga hal, yakni orang, proses, dan teknologi.

  • Produksi yang efisien -- Perusahaan perlu mengurangi biaya energi sebesar 10-30 persen dan biaya pemeliharaan sebesar 30-50 persen dengan menerapkan Industrial Internet of Things (IIoT) di seluruh rantai pasokan global.
  • Green product -- Desainer perusahaan manufaktur harus memilih bahan berdasarkan jejak karbon. Misalnya, jika satu logam memiliki jejak karbon siklus hidup yang lebih rendah daripada yang lain, mereka akan memilih itu untuk digunakan sebagai pemutus sirkuit. Perusahaan harus memastikan sebanyak mungkin produk yang dibuat dapat didaur ulang di akhir masa pakainya.
  • Komitmen sosial -- Perusahaan harus berkomitmen untuk mengurangi tidak hanya jejak karbon pada proses produksi, tetapi juga pada bagian mitra, pemasok, dan pelanggan dalam rantai nilai.

Digitalisasi adalah kunci utama 

Teknologi saat ini memungkinkan untuk mencapai kesuksesan yang diukur terhadap ketiga dimensi TBL. Salah satu solusi digital seperti EcoStruxure Machine Expert Twin mungkin dapat membantu.

EcoStruxure Machine Expert Twin adalah solusi perangkat lunak kembar digital yang skalabel untuk seluruh siklus hidup alat berat. Ini memungkinkan desain mekanik, listrik, dan kontrol dilakukan secara paralel.

Solusi tersebut memungkinkan industri masa depan menjadi lebih efisien dan mengoptimalkan keberlanjutan melalui semua tahap siklus hidup pabrik, mulai dari penjualan dan desain hingga operasi.

Jauh lebih mudah untuk memverifikasi kinerja desain secara virtual untuk memastikan mereka berfungsi. Hal ini membuat kegiatan perbaikan terus-menerus.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan