Mohon tunggu...
Aldi Rahman Untoro
Aldi Rahman Untoro Mohon Tunggu... Pengarang

Seorang pembaca yang tekun

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Perpustakaan dan Kantin, Mana yang Lebih Ramai?

5 November 2019   09:03 Diperbarui: 5 November 2019   09:11 187 0 0 Mohon Tunggu...
Perpustakaan dan Kantin, Mana yang Lebih Ramai?
Image from Pixabay.com

Perpustakaan dan Kantin, Mana yang Lebih Ramai?

Perpustakaan dan Kantin sama-sama menyediakan nutrisi, bedanya yang satu untuk pemikiran dan satunya lagi untuk menunjang energi yang mengarah pada pemikiran. Jadi keduanya sebenarnya saling terkait. Perpustakaan sepi, sementara kantin penuh, itulah kondisi saat ini. Kondisi yang tentu masih bisa berubah.

Kenapa perpustakaan tidak dijadikan tempat untuk mengobrol. Karena perpustakaan yang sempit, wajar saja. Anggaran untuk perpustakaan pun terbatas. Tetapi itu tidak lantas kemudian kita enggan mengunjungi perpustakaan.

Bukankah ketika kita membeli makanan di kantin, kita juga bisa langsung pergi ke kelas? Maka hal ini sama seperti perpustakaan. Ketika kita telah meminjam buku, kita pun bisa langsung pergi. Tapi pertanyaan saya, mengapa perpustakaan sepi?

Perpustakaan lebih sepi, mungkin ini hanya anggapan saya. Di luar negeri seperti Amerika, Jepang, Inggris yang punya daya baca tinggi, perpustakaan pada jam sebelum dan sesudah istirahat itu selalu ramai. Karena mereka menganggap bahwa perpustakaan adalah tempat pembelajaran.

Dari kecil mereka belajar menggali informasi di perpustakaan. Karena di perpustakaan itulah ada banyak informasi berkualitas dalam berbagai media. Ada buku, kaset, kertas kuno dan bentuk digital. Dan mereka pun sudah tahu bagaimana memanfaatkan informasi kesukaan mereka untuk menunjang pemikiran mereka. Dengan adanya perpustakaan, rasa penasaran mereka bisa sedikit terobati.

Sementara disini, sebelum dan sesudah istirahat kantin selalu ramai, apalagi pada jam istirahat. Saya pun tidak ingin makan di kantin pada jam istirahat. Karena sudah tak ada tempat duduk yang tersisa. Kenapa kita suka sekali makan di kantin? Mungkin kita memang hobi makan sambil mengobrol, tidak salah. Tapi yang saya bingungkan adalah, kenapa perpustakaan tak begitu diminati?

Apakah memang karena perpustakaan itu sendiri yang tak mampu menarik perhatian. Hei, disini ada perpustakaan, ada buku bagus lho. Mungkin perpustakaan sendiri yang harus bilang seperti itu. Atau guru dan dosen yang mentitahkan muridnya untuk segera pergi berjuang ke perpustakan. Karena kalau tidak dipaksa, bisa-bisa mereka malas ke perpustakaan.

Saat ini perpustakaan sudah memiliki fasilitas yang bagus. Dan tidak ada alasan lagi untuk malas ke perpustakaan. Di perpustakaan sudah ada internet, komputer, novel, kantin juga, yang malah nanti banyak ke kantin. Tapi kantin itu penting untuk mengisi energi yang terkuras sehabis membaca, begitulah.

Perpustakaan yang sepi bisa diakibatkan dari kita yang malas membaca. Kita yang enggan menulis. Maka perpustakaan bisa mengadakan pelatihan, misalnya pelatihan menulis esai, puisi, cerpen. Dengan mengundang penulis yang sudah berpengalaman. Dan acara itu juga harus dikemas dengan baik, terutama makanan. Karena makanan yang paling penting. Saya pernah datang ke sebuah acara dengan makanan yang bau. Hal ini bisa menurunkan semangat mengikuti acara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x