Mohon tunggu...
Aldi Gozali
Aldi Gozali Mohon Tunggu... Akuntan - A lifelong learner

A true learner who loves to write about business, economics, and finance. | All the articles here are originally taken from https://aldigozali.com. Visit there for more articles. | Twitter: @aldigozali | Email: aldi.gozali@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Piala Dunia 2022: Menerka Sang Jawara dengan Statistika

22 November 2022   02:00 Diperbarui: 27 November 2022   08:45 2134
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi: Seorang pria mengambil gambar replika trofi Piala Dunia FIFA di depan Stadion Al-Bayt di al-Khor pada 10 November 2022, menjelang turnamen sepak bola Piala Dunia 2022 Qatar. Piala Dunia 2022 akan dibuka dengan laga Qatar vs Ekuador pada Minggu (20/11/2022) malam WIB.(AFP/KIRILL KUDRYAVTSEV via kompas.com)

Idealnya, titik-titik data yang dihasilkan harus membentuk pola yang beraturan atau saling berdekatan untuk menunjukkan bahwa ada hubungan langsung antara kedua variabel ini. 

Jika tidak, berarti ada hal lain yang mempengaruhi hubungan ini, seperti variabel lain yang tidak diperhitungkan dalam model ini. 

Grafik di bawah ini menunjukkan memang ada hubungan linier yang kuat antara kedua variabel, yang mendukung hipotesis saya bahwa terdapat hubungan langsung antara jumlah gol yang dicetak dan jumlah poin yang diraih.

Dok Pribadi
Dok Pribadi

Dengan demikian, kita bisa mengambil langkah selanjutnya yaitu menganalisis data dengan menggunakan analisis regresi linier. 

Variabel prediktor dan respons, atau biasa disebut juga variabel independen dan dependen, telah ditentukan. Selanjutnya, saya akan menggunakan persamaan berikut: Y = a + bX.

Dalam persamaan ini, Y adalah jumlah poin yang akan dicetak tim di pertandingan mendatang, X adalah jumlah poin yang telah dicetak tim di masa lalu, b adalah kemiringan garis yang menunjukkan berapa banyak skor akan berubah untuk setiap peningkatan satu poin dalam jumlah poin yang telah dicetak tim di masa lalu, dan a adalah titik potong garis yang menunjukkan di mana skor poin akan dimulai untuk setiap tim.

Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang cara kerja persamaan ini, kita dapat menggunakan metode kuadrat terkecil (least squares method).

Nah, untuk menemukan kecocokan dari data yang ada, di mana persamaan normal untuk a adalah Y = na + b∑X, dan persamaan normal untuk b adalah XY = a∑X + b∑X^2. Dengan menyelesaikan dua persamaan normal ini kita bisa mendapatkan garis yang paling sesuai dengan rumus Y = a + bX.

Selanjutnya, kedua persamaan tadi akan saya implementasikan pada data yang telah kita bahas sebelumnya. Namun sebelum itu, kita harus olah kembali data pada tabel di atas agar memenuhi variabel kedua persamaan tersebut, seperti terlihat di bawah.

Tabel 2/dokpri
Tabel 2/dokpri

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun