Freedom Fighters
Freedom Fighters pejuang keadilan

Aktivis Kemanusian Dan HAM

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Makna Sebuah Kemerdekaan

2 Desember 2017   00:52 Diperbarui: 2 Desember 2017   06:51 267 0 0
Makna Sebuah Kemerdekaan
img-4jes6f-5a21eae7fcf681245a318302.jpg

APA DAN SIAPA PENJAJAH ITU?.

Sejatinya dari dulu kala hingga saat ini maka yang pantas disebut sebagai penjajah adalah HUKUM.

Ketika suatu negara dikuasai oleh negara lain maka negara yang datang tersebut akan membuat aturan aturan yang berlaku untuk semua warga negara yang berhasil ditaklukanya.

Karna lewat aturan tersebutlah mereka memperjelas siapa mereka dan apa maksud dari kedatangan mereka.

Aturan yang dibuat biasanya sangat merugikan warga negara dan menguntungkan sipembuat aturan.

Lewat aturan yang mereka buatlah sebenarnya mereka menjajajah dan menindas kita. Serta memaksa kita agar mau patuh dan taat kepada aturan aturan yang mereka buat.

Kemudian aturan aturan itu akan dibakukan lewat cara disahkan menjadi HUKUM yang berlaku dinegara tersebut

Sama halnya dengan negara kita yang ratusan tahun dijajah dan ditindas dengan cara dipaksa agar kita mematuhi semua aturan aturan yang dibuat oleh belanda. Dengan kata lain belanda membuat hukum agar dipatuhi oleh segenap rakyat indonesia.

Ini terbukti dari kuhp dan kuhap yang saat ini berlaku dinegara kita itu meniru atau mengkopi hukum yang dibuat oleh belanda sang penjajah.

Karna hukum itu buatan sang penjajah maka bisa dipastikan jika isinya jauh dari keadilan.. isinya selalu merugikan rakyat kecil dan membela penguasa, yang saat itu penguasa negeri ini adallah belanda.

Walaupun belanda sudah tidak ada tetapi ingatlah jika hukum product penjajah masih tetap dipakai dan berlaku dinegeri ini.

Inilah alasan mengapa hukum disini tak menganut asas dua sisi mata pedang. Yang mana mata pedang itu akan mengarah ke terdakwa dan mata pedang satunya menghadap ke hakim.

Itulah keadilan. Dimana jika hakim salah memutuskan keadilan dan salah memberikan hukuman maka dia akan kena mata pedang yang menghadap ke hakim.

Tidak ada lagi kedzoliman dengan semena mena memberikan atau menghukum seseorang.

Tapi sayangnya disini mata pedang hanya menghadap kearah terdakwa. Bisa anda bayangkan sendiri bagaimana sikap sang hakim..  Dia sangat berkuasa atas hidup anda.. dia bebas memberkan hukuman berapa saja karna jika salahpun tidak ada imbas ke sang hakim.

Contoh lainnya.

Banyaknya korban salah tangkap atau memang sengaja untuk kambing hitam. Dan bisa juga sebagai tumbal pemenuhan target demi sebuah pangkat dan jabatan.

Mudah mudahan bukan kita atau keluarga anda yang menjadi korban ketidak-adilan tersebut.

Sekarang saya bertanya kepada anda.

Dengan fakta jika negara kita masih memakai hukum hasil product penjajah maka apakah kita benar benar merasakan kemerdekaan sebagai makhluk ciptaan tuhan yang diberikan kebebasan?.

Jawabannya hanya anda yg merasakan apa keerdekaan itu?.

Apakah sama dengan apa yang dirasakan oleh nenek asyani kasus mencuri 2 batang pohon.

Berpikirlah dengan kewarasan anda menggunakan akal pemberian tuhan. Maka anda akan bisa melihat kehidupan dari sudut pandang yang berbeda.

Wassalam

Hadi junaedi, S.Kom, M.Si