Mohon tunggu...
Aldhy Bintang Nugroho
Aldhy Bintang Nugroho Mohon Tunggu... Lainnya - Politeknik Ilmu Pemasyarakatan

Just a kid from Purwokerto

Selanjutnya

Tutup

Hukum

Mengabdi dengan Utuh, dari Korupsi Melangkah Jauh

23 September 2022   08:34 Diperbarui: 23 September 2022   08:46 87 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Hukum. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Memiliki cita-cita untuk mengabdikan diri terhadap masyarakat merupakan satu hal yang paling berharga dalam hidup. Sebagai warga negara yang menjunjung tinggi dasar negara, sudah pasti kita harus menegakkan nilai-nilai yang tertuang dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.


Agaknya sudah bukan rahasia lagi bahwa bangsa Indonesia ini masih memiliki satu kekurangan yang senantiasa menghantui, yakni maraknya praktik korupsi. Melansir tempo.co, tahun 2021 Indonesia menempati peringkat 96 dari 180 negara terkait Indeks Persepsi Korupsi dengan skor 38. Bahkan pada tahun 2020, Indonesia juga sempat jatuh dari skor 40 ke 37 (Suyatmiko, 2021). Melihat situasi ini, harus kita sadari bahwa pekerjaan rumah kita masih banyak.


Korupsi berdampak besar bagi banyak hal, dan tentu yang paling utama terdampak langsung ialah kehidupan masyarakat. Berdasarkan Tarumingkeng, Coto, Hardjanto, dan Bahrin (2004), sejumlah dampak korupsi yaitu: (1) merugikan keuangan negara, (2) menciptakan ekonomi biaya tinggi, (3) merendahkan martabat manusia, bangsa, dan negara, (4) menghambat pelaksanaan pembangunan, (5) menimbulkan kemiskinan, (6) merusak tatanan sosial, dan (7) melemahkan birokrasi pemerintah. Lebih dari itu, Supandi dan Vernia (2015) juga menyebutkan bahwa korupsi telah menghancurkan segala lini kehidupan, baik dalam bidang politik, ekonomi pemerintah, hukum, dan tatanan sosial kemasyarakatan.


Lantas bagaimana cara mengatasi korupsi? Menurut Setiadi (2018), beberapa langkah untuk mengatasi korupsi yaitu mendesain dan menata ulang pelayanan publik, memperkuat transparansi, pengawasan dan sanksi, serta meningkatkan pemberdayaan perangkat pendukung dalam pencegahan tindak korupsi. Selain itu, Suyatmiko (2021) juga memiliki gagasan bahwa penegakan integritas, etik, dan hukum sangat diperlukan untuk mencegah risiko atas tindak korupsi. Dari sini, diketahui bahwa lembaga-lembaga pelayanan publik memiliki peran yang signifikan, termasuk integritas yang dimiliki oleh para personil di baliknya.


Menurut Dalise (2013), lembaga swadaya masyarakat mempunyai peran vital dalam memberantas korupsi sebagaimana telah diamanatkan melalui adanya Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Peran organisasi kemasyarakatan dalam penanganan tindak korupsi dapat dilaksanakan lewat penanaman pemahaman terhadap dampak dan risiko yang harus dihadapi apabila melakukan korupsi. Termasuk bahaya korupsi bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat luas.


Menjadi sosok beradab dan bekerja di bidang-bidang pemasyarakatan artinya bekerja untuk masyarakat. Tidak muluk-muluk, bekal utama yang harus dimiliki ialah kejujuran. Tantangan utama yaitu mengalahkan ego sendiri, menjadi pribadi yang menjunjung tinggi integritas. Lantas sembari mewujudkan hal tersebut, sekaligus membangun tekad untuk turut mendorong orang lain melakukan hal yang sama, menegakkan pendidikan anti korupsi bagi masyarakat.


Karena jika bukan kita sebagai calon-calon kader di bidang pemasyarakatan, maka harus menunggu siapa lagi untuk memulai?

Mohon tunggu...

Lihat Konten Hukum Selengkapnya
Lihat Hukum Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan