Mohon tunggu...
Aldentua S Ringo
Aldentua S Ringo Mohon Tunggu... Pembelajar Kehidupan

Penggiat baca tulis dan sosial. Penulis buku Pencerahan Tanpa Kegerahan

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Refleksi Konflik PAN-Sengkuni, Rekonsiliasi atau Isolasi?

16 Mei 2020   22:40 Diperbarui: 16 Mei 2020   23:07 185 6 1 Mohon Tunggu...

Bagaimana perkembangan PAN setelah kemunduran Hanafi Rais? Apakah sudah selesai? Ternyata belum.

Pinta Maaf Elite "Partai Matahari" Gegara kaitkan Amien dengan Sengkuni, (detik.com 14 Mei 2020). Kenapa harus minta maaf? Adalah Rizki Aljupri, Sang Wakil Bendahara Umum DPP PAN yang melontarkan pertama kali istilah Sengkuni tersebut.

"Melihat pemetaan individu yang menyatakan akan bergabung dengan partai bentukan Amien Rais, DPP PAN menilai ini tidak lebih dari sekelompok orang yang tidak dapat menerima kekalahan karena jagoan mereka kalah dalam Kongres PAN di Kendari," ujar Rizki dalam keterangan tertulisnya 10 Mei 2020.

Lalu dia melanjutkan, "Kami justru bersyukur karena saat ini PAN dapat lepas dari orang-orang yang memiliki karakter Sengkuni," demikian pernyataannya.

Satu hal yang patut digarisbawahi dari pernyataan itu adalah, keterangan atau pernyataan itu dibuat tertulis dan mengatasnamakan DPP PAN.

Apakah ini pendapat atau pernyataan pribadi atau atan nama DPP PAN, tentu dari yang tampak adalah mewakili DPP PAN. Bukan pendapat pribadi. Lalu dari pernyataan itu muncul reaksi.

Ketua DPW PAN Yogjakarta Nazaruddin balas menyentil Rizki Aljupri yang menyinggung karakter Sengkuni.

"Model atau gaya yang seperti dilakukan Rizki Aljupri itu baru muncul belakangan di PAN. Kalau berbeda pemikiran, tidak berdebat tentang konten, tapi menyerang pribadi. Ini gaya-gaya buzeRP cebong biru," katanya dalam pesan singkatnya 11 Mei 2020 sebagaimana dikutip detik.com.

Nazaruddin tidak terima disamakan dengan karakter Sengkuni jika memilih keluar dari PAN. Dia menambahkan pernyataannya, "Orang-orang seperti Rizki Aljupri yang kemarin sore baru masuk yang mental penjilat itulah Sengkuni partai yang telah merusak PAN. Tidak punya rasa hormat terhadap pendiri partai," demikian pernyataannya.

Sengkuni dibalas dengan Sengkuni. Inilah yang membuat Sengkuni menjadi multitafsir. Siapakah Sengkuni sesungguhnya? Itu tidak perlu kita bahas lebih lanjut disini. Yang menarik, Sang Sekjen DPP PAN Eddy angkat bicara.

"Pada prinsipnya kami mendorong para kader untuk saling berdebat, berargumentasi dan berekspresi, karena itu merupakan proses dari pendewasaan kita dalam berdemokrasi. Namun saya wanti-wanti agar diskursus ini dilakukan dalam koridor kesantunan, etika dan saling menghormati," katanya dalam keterangan tertulisnya Selasa 12 mei 2020 sebagaimana dikutip detik.com.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x