Mohon tunggu...
Alda Novela
Alda Novela Mohon Tunggu... Mahasiswa

Tulisan tugas akhir semester

Selanjutnya

Tutup

Keamanan

Pendekatan Historis dalam Konflik Israel-Palestina hingga Masa Kontemporer

21 Juni 2021   23:36 Diperbarui: 22 Juni 2021   00:07 73 2 1 Mohon Tunggu...

Sebelum membahas mengenai konflik Israel - Palestina di masa kontemporer, berawal dari berdirinya Israel di tahun 1948 dengan secara fundamental telah mengubah dari keseimbangan politik di Timur Tengah. Kemerdekaan atau berdirinya Israel tersebut juga adanya dorongan dan dukungan dari negara - negara kuat seperti Amerika Serikat yang turut ikut membantu serta mengakui berdirinya Israel. Kemudian Israel mempertegas identitas regional yang disebabkan oleh negara - negara Arab yang mana baru didirikan, dan dipaksa untuk  menanggapi dari kehadiran Israel dari sudut pandang politik, ideologis, dan agama (Akbarzadeh & Baxter, 2018). 

Sepanjang abad 20 dan kedepannya, Israel telah melakukan serangkaian perang - perang yang konvensional dengan tetangganya yang juga termasuk Palestina. Perang - perang tersebut disebabkan karena adanya alasan faktor temporal seperti legitimasi nasional, wilayah, keamanan, akses sumber daya dan juga terlibatnya ambisi politk (Akbarzadeh & Baxter, 2018).  Ketegangan regional yang meningkat pada sepanjang dekade membuat Israel serta tetangga Arabnya terlibat dalam sebuah pertempuran di perbatasan dan juga terlibat dalam permusuhan. Sebelumnya Israel memulai pembangunan bangsa yang dilakukan karena mereka berupaya untuk mempertahankan atau memperkuat identitas nasional baru yang menolak gagasan mengenai yahudi yang dianggap warisan anti-semitisme Eropa dan Holocaust (Akbarzadeh & Baxter, 2018).

Sejarah dan konflik mengenai nasionalisme Israel dan Palestina yang juga menjadi awal dari munculnya konflik ini : 

Berkaitan dengan Yahudi dan zionisme serta Arab - Palestina. Sejarah tersebut menggambarkan Arab atau Palestina berpegang dengan gagasan nasionalisme Arab yang memunculkan inisiasi konflik yang sulit terpecahkan yaitu konflik Israel - Palestina. Konflik dengan awal berdirinya negara Israel tersebut yang terus berkembang hingga memanas di tahun 1967 dengan konflik skala besar pada Perang Enam Hari, perang tersebut menjadi respon dari Israel pada agresi oleh Mesir, Syria, dan Yordania (Amal, 2020). Kemudian dari perang tersebut berakhir dengan kemenangan yang diperoleh Israel, kemenangan tersebut memperoleh wilayah - wilayah. 

Wilayah - wilayah yang dimaksud yaitu wilayah yang tidak dilingkupi oleh perjanjian di tahun 1947, yaitu Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Dataran Tinggi Golan yang termasuk dalam garis hijau teritori dari Israel dan Palestina (Amal, 2020). Konflik antara Israel - Palestina ini dapat dikatakan jika terjadinya dikarenakan bangsa Yahudi yang ingin membentuk National Home di Palestina, dengan anggapan dari Yahudi jika Palestina merupakan tanah yang dijanjikan (Nurjannah & Fakhruddin, 2019). Konflik ini terjadi karena perebutan wilayah antara Israel dan Palestina, Israel yang sering dikenal dengan bangsa Yahudi menginginkan Yerusalam menjadi Ibu Kota bangsa Yahudi. Yahudi menganggap dan mempercayai jika Yerusalam harus menjadi Ibu Kota dari bangsa Yahudi dan mengembalikan hak bangsa Yahudi yang menurutnya selama ini tertindas (Nurjannah & Fakhruddin, 2019). Sedikit penjelasan diatas mengenai historis dari berdirinya Israel untuk membuka penjelasan mengenai konflik Israel - Palestina di masa kontemporer. Dengan berawal dari sejarah berdirinya Israel tersebut yang dapat dikatakan menimbulkan atau menyebabkan munculnya konflik peperangan di Timur Tengah yang termasuk konflik dengan Palestina ini.

Membahas mengenai konflik yang terjadi antara Israel - Palestina di masa kontemporer:

Tidak terlepas dari masa lalu yaitu dengan salah satu faktor yang melatarbelakangi konflik ini adalah karena adanya keinginan dari bangsa Arab dan Yahudi untuk saling menguasai satu sama lain, serta menginginkan wilayah tersebut untuk menjadi milik dari Israel atau Palestina. Dapat dikatakan jika konflik yang terjadi antara Palestina dan Israel ini merupakan konflik yang krusial di Kawasan Timur Tengah (Firdaus & Yani, 2020). Disebut dengan konflik krusial karena konflik ini merupakan konflik yang terus berkembang hingga saat ini, konflik antara Israel - Palestina masih belum menemukan penyelesaiannya. Hingga di masa sekarang konflik Israel - Palestina ini tentunya banyak memakan korban yang berjatuhan. Konflik yang baru - baru ini terjadi antara Palestina dan Israel, konflik tersebut terjadi hingga menyebabkan gencatan senjata setelah terjadinya pengeboman tiada henti, sejak awal mei. Genjatan senjata pemerintah Israel serta kelompok Islam Palestina, Hamas menyetujui gencatan senjata tersebut. Serangan udara yang diluncurkan oleh Militer Israel tentunya menewaskan banyak korban berjatuhan baik dari Gaza Palestina juga adanya korban dari warga Israel. Fakta yang terlihat pada saat ini dan dimasa yang akan datang Palestina terlihat semakin memprihatinkan jika menghadapi Bangsa Yahudi atau Israel.

 Dengan adanya bantuan serta perhatian dari negara - negara Islam yang terlihat susah untuk diperoleh sebab sama - sama negara Islam memiliki keadaan yang tidak kuat dan sering adanya konflik yang membuat terpecah belah antar negara dalam negara Islam tersebut (Muchsin, 2015). Seperti halnya konflik yang terjadi pada negara Islam yaitu konflik di negara Irak, Suriah, Yaman, dan lain sebagainya. Melihat keprihatinan dan lemahnya Palestina, bangsa Yahudi Israel terlihat lebih kuat dengan adanya bantuan dari negara - negara besar yang memiliki perekonomian dan persenjataan yang kuat. Namun konflik ini memunculkan respon dunia internasional untuk membantu dan berupaya mencari penyelesaian, walaupun terbilang sulit untuk dipecahkan. Sulit dipecahkan karena konflik Israel - Palestina yang masih berlangsung, merupakan konflik yang terjadi berpuluh - puluh tahun dan masing - masing negara saling mempertahankan kedudukannya.

Upaya - upaya yang menjadi sebuah solusi untuk penyelesaian konflik ini:

Upaya yang dilakukan sebagai bentuk resolusi terhadap konflik yang terjadi antara Paletsina dan Israel dalam konflik baru - baru ini yaitu, adanya respon dari dewan HAM yang ada di PBB untuk membuka jalan dengan menginvestigasi terhadap kedua negara yang berkonflik tersebut. Banyak dari negara - negara dunia yang memberikan respon terhadap konflik ini, salah satunya yaitu Indonesia dengan adanya seruan terhadap dewan HAM untuk berada dalam satu suara menyerukan untuk memberhentikan kekerasan yang terjadi dalam konflik Israel - Palestina, Indonesia juga mengiyakan gencatan senjata yang terjadi oleh Hamas serta Israel (BBC News Indonesia, 2021). Dapat dikatakan jika Indonesia berpendapat solusi yang dapat menjadi hasil untuk konflik Israel - Palestina yaitu dengan adanya hak - hak Plestina yang dilindungi serta dihormati. Solusi atau upaya penyelesaian tersebut dengan adanya pihak lain atau pihak ketiga seperti PBB yang merupakan organisasi perdamaian, telah mendukung terhadap penyelesaian isu Palestina dan Israel dengan dukungan yang berpacu terhadap dasar hukum internasional serta adanya upaya seperti perundingan, dan perjanjian - perjanjian bilateral yang dibuat. Hingga di masa kontemporer ini konflik Israel - Palestina masih menjadi perbincangan, perhatian, dan perdebatan dunia untuk upaya penyelesaiannya. Kesulitan dalam mengaktualkan solusi seperti perjanjian, diplomasi, hingga perundingan, kesulitan karena masih menjadi sengketa dari batas kedua negara tersebut dan proses negosiasi yang terbilang rumit. Dapat dikatakan jika konflik Israel - Palestina ini sulit untuk di selesaikan melihat upaya yang telah dilakukan untuk mendamaikannya namun upaya tersebut tidak bisa terealisasi dan semakin banyaknya korban yang berjatuhan melihat kekerasan yang terjadi di antara kedua negara tersebut Israel dan Palestina.

REFERENSI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN