Mohon tunggu...
Hosea
Hosea Mohon Tunggu... Akuntan - Mahasiswa Akuntansi | Peniqmat Sepakbola | Disela Semester

Hidup bisa memberi segala, bagi semua yang mau mencari tau dan pandai menerima - Bumi Manusia

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Para Perempat Finalis Sepak Bola di Olimpiade Tokyo

30 Juli 2021   17:12 Diperbarui: 30 Juli 2021   17:38 228 5 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Para Perempat Finalis Sepak Bola di Olimpiade Tokyo
Olahan Pribadi (Hosea)

Olimpiade Tokyo 2020 cabang sepakbola putra telah menyelesaikan babak penyisihannya. Terdapat 8 tim yang berhasil melaju ke Perempat final dengan latar belakang benua yang beragam. Eropa diwakili oleh Spanyol, Asia oleh Jepang dan Korea, Afrika oleh Mesir dan Pantai Gading, Amerika Utara oleh Meksiko, Oseania oleh Selandia Baru serta Amerika Selatan oleh Brasil.

Penampilan impresif dari masing-masing tim berhasil membawa mereka lebih jauh. Seperti sang tuan rumah Jepang dengan meraih poin sempurna mengandaskan perlawanan Meksiko, Prancis dan Afrika Selatan. Serta ada Mesir yang akhirnya keluar dari lubang jarum setelah berhasil menyingkirkan Argentina.

Para pemain secara individu pun banyak memukau para penonton. Mulai dari Richarlison yang langsung mencatatkan hattrick ke gawang Jerman di laga awal, Take Kubo yang konsisten mencetak gol di 3 pertandingan, penampilan apik El-Shenawy menjaga gawang Mesir, hingga Kessie yang berhasil memimpin Pantai Gading dengan baik.

Bermain apik secara tim maupun individu membuat kelengkapan di tiap tim tersebut. Berikut adalah beberapa statistik dan catatan bagi para penampil di perempat finalis di Olimpiade Tokyo 2020 nanti.

Spanyol

Foto: Detik Sport
Foto: Detik Sport

Kita mulai dengan si unggulan di cabang sepakbola putra ini. Spanyol dianggap paling jadi unggulan karena memanggil banyak pemain yang sudah punya pengalaman di sepakbola Eropa. Overage player yang dipanggil untuk membantu tim ada Asensio, Ceballos, dan Merino. Ditambah sebagian yang dipanggil adalah para pemain yang baru saja membela Spanyol di Euro 2020 seperti Pedri, Oyarzabal, Dani Olmo, Pau Torres, Unai Simon, dan juga Eric Garcia. 

Namun, Spanyol tampak tak beda di Olimpiade ini dengan Euro 2020 kemarin, yaitu kebuntuan di lini depan. Mikel Oyarzabal yang konsisten menjadi striker di tiga pertandingan babak grup hanya bisa mencetak satu gol. Rafa Mir sebagai pelapis pun juga belum bisa jadi jawaban.

Di laga awal menghadapi Mesir, Spanyol kesulitan menembus pertahanan ketat yang dikomandoi Ahmed Hegazy. Laga kedua melawan Australia, Spanyol akhirnya bisa membuka keran gol di Olimpiade ini lewat Oyarzabal, itupun harus menunggu sampai menit ke-80. Laga terakhir ditutup pasukan Jose Luis kala ditahan imbang Argentina 1-1 Rabu lalu.

Tak beda dengan Euro 2020, di Olimpiade ini Spanyol juga buntu di lini depan. Oyarzabal yang terus dimainkan di tengah belum bisa memberi kemampuan terbaiknya. Pemain Real Sociedad tersebut hanya bisa mencetak 1 gol dari 3 pertandingan. Persisnya lagi Spanyol masih mengandalkan ball possession sebagai pendekatan dalam membangun serangan. Rata-rata penguasaan bola di 3 pertandingan babak grup yang dimiliki Spanyol menyentuh 70%, paling tinggi diantara kontestan 8 besar lainnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN