Mohon tunggu...
Albar Rahman
Albar Rahman Mohon Tunggu... Mahasiswa - Penulis, peneliti dan Mahasiswa Program Magister Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia

Sehari-hari menghabiskan waktu dengan buku-buku ditemani kopi seduhan sendiri. Menikmati akhir pekan dengan liga inggris, mengamati cineas dengan filem yang dikaryakan. Hal lainnya mencintai dunia sastra, filsafat dan beragam topik menarik dari politik hingga ekonomi.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Tangis Ibu di Lapangan Hijau

3 Oktober 2022   01:15 Diperbarui: 3 Oktober 2022   01:33 157 9 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Lapangan hijau kanjuruhan dan tragedinya 

Memasuki awal oktober menyapa 

Ada ibu yang menanti kabar dari lapangan hijau

Ia siapkan masakan kesukaan anak lanangnya (anak laki) satu-satunya

Simpel saja kebiasaan anak lanang itu 

Menyantap masakan sang ibu sambil bercerita kemenangan atau kekalahan timnya

Kali ini peristiwanya sungguh berbeda 

Jauh berbeda 

Sangat berbeda 

Dan akan beda selamanya 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan