Mohon tunggu...
Albar Rahman
Albar Rahman Mohon Tunggu... Mahasiswa - Penulis, peneliti dan Mahasiswa Program Magister Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia

Sehari-hari menghabiskan waktu dengan buku-buku ditemani kopi seduhan sendiri. Menikmati akhir pekan dengan liga inggris, mengamati cineas dengan filem yang dikaryakan. Hal lainnya mencintai dunia sastra, filsafat dan beragam topik menarik dari politik hingga ekonomi.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Biarkan Sepiku Bersama Karya

28 September 2022   20:59 Diperbarui: 28 September 2022   21:05 45 1 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Instagram: @albarrahmann

Aku hanya ingin berkarya walau dalam sepi 

sebab bagiku berkarya tak harus riuh apresiasi 

yang dibutuhkan hanya penerimaan hati. 

Jangan pernah tanyakan kabarku 

tapi sapa saja karya-karya itu 

sebab karya jauh lebih penting dari kondisiku. 


Aku selalu menangisi hari-hari 

kala jemari luput menuliskan karya

justru kesepian sejati menyapa hati. 

Lewat puisi dan naynyian pilu 

beradu indah resah gelisah jiwa 

aku hanya mengadu pada pekat tinta dan terbukanya buku


Sudahi saja semua gundah gulana 

sebab karya-karyamu dinantikan oleh masa 

waktu hari ini milikmu selamanya. 

Begitulah sepi itu menyuara 

ia berteriak untuk berkarya lagi 

jangan usang dan kalah bahkan oleh masa. 


Albar, 

Yogyakarta. 

Tertangal: Suara sepi di balik dinding karya. 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan