Mohon tunggu...
Muhammad Ulil Albab
Muhammad Ulil Albab Mohon Tunggu... Penulis

Hanya Seorang Pengembara Yang Sedang Mencari Makna Kehidupan | Mahasiswa Pascasarjana Universitas Indonesia | @albabmhd

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama Pilihan

Puasa dan Sabar

5 Mei 2021   08:24 Diperbarui: 5 Mei 2021   13:55 87 1 0 Mohon Tunggu...

Jika kita perhatikan, puasa memiliki hubungan yang sangat erat dengan sabar. Berpuasa itu menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa, sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Artinya, berpuasa itu bersabar untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak boleh dilakukan ketika berpuasa. Lantas apa hubungan puasa dan sabar hanya sebatas itu saja? Tentunya tidak.

Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitab Lathaif Al-Ma'arif menyebutkan bahwa sabar itu ada tiga macam, yaitu sabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah, sabar dalam meninggalkan larangan Allah, dan sabar atas hal-hal buruk yang menyakitkan. Tiga macam sabar ini terkumpul dalam puasa.

Pertama, berpuasa itu bersabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah. Puasa itu adalah perintah Allah. Dengan berpuasa, secara tidak langsung kita sedang menjalankan perintah Allah. Menjalankan perintah Allah berarti taat kepada Allah. Kesimpulannya, berpuasa itu berarti taat kepada Allah. Jika dilihat dari satu sisi, beberapa perintah Allah mungkin saja terasa berat, sehingga dibutuhkan kesabaran untuk melakukannya. Begitu juga dengan puasa. Jadi puasa itu termasuk dalam bersabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah.

Kedua, berpuasa itu bersabar dalam meninggalkan larangan Allah. Terkadang beberapa larangan Allah justru terasa sangat menyenangkan, meskipun kesenangan itu hanya terlihat dari hal yang lahir dan bersifat sementara saja. Karena itu, ketika kita berusaha untuk meninggalkan larangan Allah, berarti kita telah bersabar dalam meninggalkan larangan tersebut. 

Begitu juga dalam masalah puasa. Kita tidak hanya bersabar atas larangan Allah yang sudah dilarang bahkan ketika tidak berpuasa, namun juga bersabar dari larangan yang hanya diperuntukkan untuk orang yang berpuasa, seperti makan dan minum. Makan dan minum merupakan dua hal yang boleh-boleh saja dilakukan ketika tidak berpuasa. Namun ketika berpuasa, makan dan minum menjadi larangan. Karena itu, menahan diri untuk tidak makan dan tidak minum ketika berpuasa merupakan salah satu bentuk bersabar dalam meninggalkan larangan Allah.

Ketiga, berpuasa itu bersabar atas hal-hal buruk yang menyakitkan. Ini merupakan bentuk kesabaran yang paling jelas terlihat ketika berpuasa. Ketika berpuasa, kita akan merasa lapar dan haus serta merasa lemah jiwa dan raga. Ketika kita mampu melewati semua ini, berarti kita telah bersabar atas hal-hal buruk yang menyakitkan tersebut.

Ini lah salah satu bentuk keistimewaan puasa. Berpuasa tidak hanya sebatas berpuasa, tetapi juga ada kandungan bersabar di dalamnya.

Semoga Allah selalu memberikan hidayah kepada kita semua dan menunjukkan kita jalan menuju kebenaran. Amin.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x