Mohon tunggu...
Muhammad Ulil Albab
Muhammad Ulil Albab Mohon Tunggu... Penulis

Hanya Seorang Pengembara Yang Sedang Mencari Makna Kehidupan | Mahasiswa Pascasarjana Universitas Indonesia | @albabmhd

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama Pilihan

Salat Tarawih: Sejarah dari Masa ke Masa

16 April 2021   05:17 Diperbarui: 7 Juni 2021   16:56 101 3 0 Mohon Tunggu...

Salat Tarawih merupakan salah satu salat sunah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan setiap malam pada bulan Ramadan. Dalam bahasa arab, kata TARAWIH sendiri merupakan sebuah kata berbentuk plural dari kata TARWIHAH. Tarwihah berarti istirahat, jadi Tarawih maksudnya adalah banyak istirahat.

Istilah Tarawih sendiri tidak dikenal pada masa Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, bahkan setidaknya hingga masa Abu Bakr. Pada saat itu yang hanya adalah istilah Qiyam Ramadan.

Istilah Tarawih disebutkan oleh para ulama baru muncul pada masa Umar bin Khattab. Dalam sebuah riwayat, Umar memerintahkan Ubay bin Kaab menjadi imam salat Qiyam Ramadan. Para sahabat ketika itu, biasanya, salat pada seperempat malam yang kedua hingga akhir seperempat malam yang ketiga. Karena durasi salat Qiyam Ramadan yang panjang, mereka beristirahat setiap selesai melaksanakan salat dua rakaat. Dalam riwayat tersebut dijelaskan bahwa para sahabat salat 18 rakaat, jadi setidaknya ada sekitar delapan kali mereka beristirahat. Dari sini, muncul istilah Tarawih. Untuk keterangan lebih lanjut, bisa dibaca kitab karangan Imam Al-Marwazi yang berjudul Qiyam Ramadan.

Ketika kita memperhatikan berbagai riwayat, kita hanya akan mendapatkan satu kepastian, yaitu adanya ketidakpastian jumlah rakaat salat Tarawih, bahkan dalam satu masa sekalipun. Karena hal ini, sampai saat ini masih ada para ulama yang berselisih mengenai jumlah rakaat salat Tarawih.

Dalam sebuah riwayat, ada juga yang menyebutkan bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam hanya tiga kali melaksanakan salat Tarawih berjemaah di masjid dengan para sahabat, sisanya dilaksanakan di rumah.

Berangkat dari hal-hal ini, menarik jika kita membahas mengenai salat Tarawih dari masa ke masa.

Pada masa Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam sendiri, ada anjuran untuk melaksanakan salat Qiyam Ramadan, namun anjuran tersebut hanya bersifat umum. Di antaranya adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari berikut:

"Rasulullah sallallahu alaihi wasallam memberikan anjuran untuk melaksanakan salat Qiyam Ramadan tanpa memerintahkan dengan kuat." (HR. Bukhari)

Hadis ini hanya berisi anjuran untuk menghidupkan malam Ramadan dengan salat Qiyam Ramadan. Karena sifat umum dari hadis ini, respon para sahabat beragam, ada yang melaksanakan salat Qiyam Ramadan di rumah masing-masing dan ada juga yang melaksanakannya di masjid, ada yang salat sendirian dan ada yang salat berjemaah.

Dalan suatu riwayat, Rasulullah pernah sekali salat Qiyam Ramadan di masjid, melihat hal itu, para sahabat ikut berjemaah bersama beliau. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yang semula memanjangkan bacaan, namun ketika sadar ada yang mengikuti beliau, lantas beliau langsung memendekkan bacaan, lalu setelah salam, beliau kembali pulang ke rumah dan melanjutkan salat Qiyam Ramadan. Kisah ini bisa dilihat dalam kitab Qiyam Ramadan karangan Imam Al-Marwazi dan kitab Sahih karangan Imam Ibnu Khuzaimah.

Dalam riwayat lain, Ubay bin Kaab pernah bertanya kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam perkara dirinya yang mengimami salat Qiyam Ramadan di rumahnya. Lantas nabi hanya diam (tanda mengiyakan).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN