Mohon tunggu...
Alam Semesta
Alam Semesta Mohon Tunggu... Instructional Designer

Pengajar Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia di Zhejiang Yuexiu University of Foreign Languages, China. Gemar membaca, menulis, dan makan-makan.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Di Dinginnya Beijing Ada Saya dan Indonesia

17 November 2019   08:48 Diperbarui: 23 November 2019   11:53 0 1 1 Mohon Tunggu...
Di Dinginnya Beijing Ada Saya dan Indonesia
dokpri

Jurusan Bahasa Indonesia, Universitas Bahasa Asing Zhejiang Yuexiu, kembali mengukir prestasi. Prestasi ini diraih dalam Lomba Pidato Nasional 16 November 2019 yang dilaksanakan di Universitas Bahasa Asing Beijing. Lomba ini didukung penuh oleh KBRI di Beijing dan LIPI. Rafa, Aliyah, dan Nadia yang bernama asli Tiongkok Li Huan, Liao Yingting, dan Huang Yuhe tampil memukau dewan juri dan peserta lain yang hadir pada lomba tersebut. 

Rafa berhasil meraih posisi pertama pada kategori tingkat dasar dan Aliyah mendapatkan posisi kedua pada kategori tingkat lanjutan. Kemampuan ketiga mahasiswa Yuexiu terbukti mampu menyeimbangi kemampuan mahasiswa Bahasa Indonesia di berbagai universitas papan atas yang ada di Beijing, Tianjing, Guandong, dan Guangxi. Prestasi ini membuktikan komitmen Yuexiu untuk menyelenggarakan pendidikan terbaik di bidang bahasa asing, termasuk Bahasa Indonesia.

Prestasi mahasiswa Yuexiu juga mendapatkan apresiasi dari KJRI Shanghai. Secara khusus KJRI Shanghai membagikan postingan ucapan selamat dalam dua bahasa di media sosial Tiongkok kepada Yuexiu. Berita tersebut juga dipublikasikan pada laman web KJRI (https://kemlu.go.id/shanghai/id/news/3269/lomba-pidato-bahasa-indonesia-tingkat-nasional-pertama-di-tiongkok ).

Lomba Pidato Bahasa Indonesia kali ini mengangkat tema Saya dan Indonesia. Rafa, wakil Yuexiu untuk tingkat pemula, menyampaikan rasa kagumnya terhadap mitra belajar bahasanya yang berasal dari Indonesia. Dia memiliki keinginan yang besar untuk bisa menikmati keindahan Pantai Merah dan sejuknya Ranu Kumbolo. Rafa juga ingin sekali menikmati kelezatan sate, gado-gado, pempek, dan tempe. Pidato Aliyah dikemas dalam bentuk cerita. Dia menyampaikan berbagai pengalaman pertama dalam hidupnya yang diperoleh di Indonesia, termasuk pengalaman mudik bersama Ibu Kos pada saat lebaran. Tidak kalah menarik, pidato Nadia menunjukkan kekagumannya terhadap puisi Indonesia dan pentingnya rasa saling menghargai antar-budaya.

Selain menyampaikan pidato di depan dewan juri, peserta juga diwajibkan menjawab pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh dewan juri selama lomba berlangsung termasuk sangat sulit untuk pemelajar asing Bahasa Indonesia. Pada kategori dasar, misalnya, peserta diberi pertanyaan mengenai impresinya terhadap Kemdikbud yang baru dan tradisi apa saja yang mirip antara Indonesia dengan Tiongkok.

Pertanyaan pada kategori tingkat lanjut meningkat kesukarannya. Pada kategori ini, misalnya, peserta diberi pertanyaan "Apa saja karya sastra unggulan (Tiongkok) yang belum diterjemahkan ke bahasa Indonesia?", "Tahukah kamu kata-kata dalam bahasa Jawa? Coba nyanyi lagu Jawa!",  dan "Apa pandangan kamu tentang pelan-pelan asal sampai?" Meskipun diberikan pertanyaan-pertanyaan yang sangat sulit, hampir semua peserta dapat menjawab dengan baik.

Hari ini, 17  November 2019, peserta lomba akan melanjutkan kegiatan menghadiri Seminar Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA).  Ketiga peserta dari Yuexiu yang didampingi oleh Pak Suyudi yang bernama asli Tiongkok Wang Hui tetap bersemangat mengikuti kegiatan tersebut. Di tengah cuaca dingin Beijing yang berada pada kisaran dua sampai tujuh derajat Celcius, mahasiswa Yuexiu akan terus mengasah keahlianya dalam menguasai bahasa dan berbagai pengetahuan tentang Indonesia. Semangat tersebut ditanamkan sejak awal mahasiswa tersebut bergabung di Yuexiu.

Sampai dengan tahun 2019, Yuexiu telah memiliki empat angkatan untuk mahasiswa di Jurusan Bahasa Indonesia. Angkatan 2017 saat sekarang sedang menempuh program pendidikan satu tahun di berbagai universitas mitra Yuexiu di Indonesia. Angkatan 2016 sedang dalam proses penyelesaian skripsi dan juga proses magang.

Selain menyelenggarakan pendidikan bahasa, Jurusan Bahasa Indonesia Yuexiu juga memberikan pelatihan berbagai keterampilan dan pengetahuan budaya Indonesia kepada mahasiswa. Yuexiu juga merupakan satu-satunya universitas di Tiongkok saat ini yang memiliki Rumah Budaya Indonesia sebagai tempat untuk belajar dan mengenal berbagai keunikan dan keunggulan Indonesia. Saat ini Jurusan Bahasa Indonesia Yuexiu memiliki lima orang tenaga pengajar dan dua diantaranya berasal dari Indonesia. Berlandaskan pada semangat kerjasama antarbangsa, Yuexiu terus berusaha menjadikan Jurusan Bahasa Indonesia sebagai program bahasa asing unggulan nasional di Tiongkok.

VIDEO PILIHAN