Mohon tunggu...
Amrizal A
Amrizal A Mohon Tunggu... Selalu Ingin Belajar

Saya mengajar matematika di Sekolah Al Azhar BSD

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Ketika Profesi Guru adalah Panggilan Hati

16 Juni 2021   06:14 Diperbarui: 16 Juni 2021   06:26 87 2 0 Mohon Tunggu...

Sejatinya profesi guru merupakan profesi mulia. Dia memberikan pendidikan dan pencerahan kepada generasi muda sehingga anak-anak bangsa menjadi cerdas, berilmu tinggi dan mempunyai akhlak paripurna. Tidak sembarang orang bisa menjadi guru. Ada pendidikan khusus keguruan yang harus dijalani. Menjadi guru bukanlah karena keterpaksaan atau salah jalan dalam menempuh pendidikan. 

Berangkat dari itu saya merasa bahwa menjadi guru haruslah panggilan hati. Panggilan untuk memberikan penjelasan, pemahaman dan pengarahan atas masalah atau materi yang belum dikuasai orang lain.

Sebagai pengajar atau guru, kebahagiaan itu didapatkan jika orang yang kita ajarkan atau jelaskan, mengerti dan paham atas materi yang ditanyakan. Kebahagiaan yang tak ternilai harganya dan membuat hidup kita menjadi sangat berarti dan penuh warna-warni.

Mengajar itu ada seni dan strateginya. Tergantung tingkatan anak didik yang kita ajar. Untuk anak Sekolah Dasar, mengajarnya harus mengikuti perkembangan anak yang baru tumbuh kembang. Anak kelas 1 dan 2 SD merupakan anak yang berusia sekitar 7 tahun atau 8 tahun dan dikategorikan sebagai anak usia dini, masa transisi dari TK ke SD. Masa ini disebut sebagai masa keemasan (golden age). Dengan demikian, siswa kelas 1 SD tentu saja memiliki karakter yang berbeda dengan siswa yang berusia di atasnya. 

Pada masa ini, aspek-aspek dan kecerdasan pada anak sedang berkembang dan perlu di stimulasi dengan benar. Stimulasi-stimulasi harus diberikan sesuai tahap perkembangan dan kecerdasan anak, serta dilaksanakan melalui kegiatan bermain. 

Adapun perkembangan anak, terbagi menjadi beberapa aspek, yaitu aspek kemampuan dasar (fisik motorik yaitu motorik kasar dan motorik halus, kognitif, bahasa, dan seni) dan aspek pembiasaan (moral dan nilai-nilai agama serta sosial emosional).

Senada dengan beberapa aspek tersebut, kecerdasan yang dimaksud adalah kecerdasan jamak atau kecerdasan majemuk (multiple intelligences) yang terdiri dari kecerdasan linguistik, kecerdasan matematis-logis, kecerdasan spasial/ruang-visual, kecerdasan jasmani/kinestetik-badani, kecerdasan musikal, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan lingkungan (naturalis), dan kecerdasan eksistensial.

Seorang guru harus mampu menstimulus dan mengembangkan bakat dan potensi anak dengan tidak banyak memberikan larangan. Biarkan mereka berbuat semampu mereka selama masih dalam koridor-koridor yang tidak membahayakan. Konsep-konsep pengetahuan dimasukkan pelan-pelan setelah mereka menemukan masalahnya sendiri.

Untuk anak usia kelas 3 sampai kelas 6 SD, kita baru memperkuat pengetahuan-pengetahuan yang diberikan dengan mengurangi pelan-pelan prinsip bermain. Tapi walau begitu, sifat eksploitasi  dan sikap kritis anak tetap harus dibina dengan mengedepankan kreativitas anak, agar kelak dia menjadi pribadi yang mandiri dan penuh inovasi. Dan tidak menjadi pribadi penjiplak.

Dalam memberikan pengajaran terutama di depan kelas, banyak rintangan dan kesulitan yang akan dialami seorang guru. Kesulitan itu bisa berupa anak tidak fokus ke materi yang sedang dibahas, anak bersifat cuek terhadap proses pembelajaran atau anak tidak mau belajar sama sekali. Solusi daerah masalah yang dihadapi ini, seorang guru harus mampu menumbuhkan rasa perhatian dan rasa ingin tahu anak terhadap materi yang akan disampaikan. 

Setiap hari ketika akan masuk kelas, guru harus membawakan atau menampilkan sesuatu yang menimbulkan rasa ingin tahu anak. Bisa dengan menyampaikan cerita-cerita yang menarik minat anak atau membawa alat-alat peraga yang membuat anak tertarik untuk mengeksploitasinya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x