Mohon tunggu...
Alam Ahmad
Alam Ahmad Mohon Tunggu...

Sastra dan perjalanan; Seorang penelisik takdir Tuhan.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

"Sexy Killers": Revolusi Selalu Memakan Tumbal

17 April 2019   02:50 Diperbarui: 17 April 2019   03:13 0 0 0 Mohon Tunggu...
"Sexy Killers": Revolusi Selalu Memakan Tumbal
Dokumentasi Pribadi

Sexy Killers, film karya Watchdoc Image yang akhir-akhir ini viral karena kemunculannya pada bulan-bulan krusial berhasil menggegerkan jagat politik di Indonesia. Pasalnya tak hanya data-data dan fakta yang menyajikan keterkaitan antara kedua paslon dengan para elite politik, namun juga bukti-bukti kongkrit tangis air mata rakyat akibat terkena dampak dari pertambangan PLTU tersebut.

Mulai dari ratusan nyawa anak-anak yang melayang akibat tenggelam di "kolam renang hantu" bekas galian tambang, hingga masyarakat yang terkena imbasnya yaitu penyakit paru-paru karena setiap hari harus mengonsumsi debu dari PLTU di dekat kediamannya.

Di sini penulis tidak akan membahas alur cerita ataupun campur aduk perpolitikan yang ada di dalamnya. Namun penulis ingin mengulik sedikit tentang nilai-nilai kemanusiaan yang banyak terselip pada film tersebut. Karena pada dasarnya kita adalah manusia, maka memanusiakan manusia itu sebuah hal yang wajib dan  itulah yang dinamakan kemanusiaan.

youtube/watchdoc
youtube/watchdoc
Ada beberapa kasus yang dijamin bisa membuat kita mengelus dada bahkan menitikan air mata sebagai penonton, yang pertama adalah kasus seorang petani bernama Nyoman Darman. Petani tersebut hanya ingin membela haknya sebagai manusia yaitu mendapatkan air bersih, hidup nyaman, aman dan dunia bercocok tanamnya tak terganggu.

Namun bagi sebuah perusahaan besar yang mengatasnamakan kesejahteraan umat, hal tersebut adalah sebuah batu kerikil yang mengganggu jalannya produksi.

Isu-isu pun memojokkannya, sesuai putusan hukum  akhirnya Nyoman dipenjara selama 3 bulan. Tentu hal tersebut sudah menjadi hal yang "lumrah" di Indonesia, pun sama seperti kasus yang menimpa Budi Pego di Banyuwangi. Ia dibui karena dituduh sebagai komunis ketika membela dan mempertahankan hak manusianya.

youtube/watchdoc
youtube/watchdoc
Kasus kedua yaitu kasus kematian hingga mencapai jumlah 115 orang anak yang meninggal akibat tenggelam di waduk bekas galian tambang. Hal tersebut dibuktikan dalam film Sexy Killers ketika seorang anak yang terbujur kaku diangkat dari waduk bekas galian tambang tersebut.

Namun, hal yang membuat siapapun merasa tercabik-cabik hatinya dan bisa mendidihkan air matanya ketika mendengarkan pernyataan Gubernur Kaltim, Bapak Isran Noor.

Beliau berkata bahwasanya hal tersebut adalah sebuah nasib, yang secara tidak langsung seperti menyalahkan Tuhan dalam membuat alur takdir.

Padahal dalam hal kemiskinan pun tidak terguratkan pada garis tangan. Sebagai manusia yang mempunyai akal dan logika berpikir--tentu kita juga harus sadar akan hukum kausalitas, bahwa ada sebab maka ada akibat. Ataupun sebagai orang nomor satu di Kaltim---seharusnya memberikan solusi yang konkrit terkait permasalahan yang ada dalam lingkup masyarakatnya.

youtube/watchdoc
youtube/watchdoc
Kasus yang ketiga ialah perihal kesehatan masyarakat. Kesehatan pun merupakan hak setiap manusia yang hidup di muka bumi ini. Namun karena bukan pakarnya, penulis tidak akan banyak menyinggung hal tersebut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2