Mohon tunggu...
Epri Fahmi Al-Aziz
Epri Fahmi Al-Aziz Mohon Tunggu...

Aku berfikir Maka Aku Membaca. Aku Menulis Maka Aku Ada Jika Kata adalah Senjata Maka membaca adalah amunisinya!

Selanjutnya

Tutup

Tekno Pilihan

Kejayaan Masa Depan: Tercermin Melalui Interaksi Digital!

15 Februari 2017   14:00 Diperbarui: 15 Februari 2017   14:21 460 1 0 Mohon Tunggu...

Belajar Dari Masa Lalu

Perkembangan zaman kian melesat jauh bak pesawat luar angkasa, menerobos awan, menembus langit antariksa. Di belahan bumi lain, yang tak mengiringi lajunya, sungguh teramat sangat disayangkan. Akan terlibas, tertinggal sangat jauh. Jangankan untuk mengejarnya, mengikuti dibelakangnya pun akan terseok – seok, olengdari kanan ke kiri. Maka sudah sepatutnya, menghadapi percepatan arus teknologi informasi dan komunikasi dengan gegap gempita. Memaksimalkan segala daya upaya untuk memanfaatkan demi peri kehidupan berbangsa dan bernegara. Jika tidak, dapat dipastikan, terjebak dalam lingkaran hitamnya, dan masuk ke dalam kubangan dampak negatifnya.

Harus diakui pula, segala sesuatu yang datang dari luar selalu membawa dampak positif maupun negatif bagi bumi pertiwi, sejarah mengatakan demikian. Perlu diketahui juga, sebagai sebuah bangsa kita pernah mengelaborasikan kemajuan dari luar, menyaringnya, sehingga berdampak manfaat lebih. Nenek moyang kita pernah melakukan itu, dan berhasil. Kalau begitu tidak ada lagi alasan bagi generasi selanjutnya untuk menghindar, apalagi bersembunyi?

Baiklah, mari kita berdiskusi bersama mengenai tantangan dan perkembangan zaman. Jika pada era 90an kita memasuki zaman yang disebut abad milenium. Dimana ineternet sudah merambat masuk, telepon dan tv sudah bukan lagi barang mewah, yang hanya dimiliki segelintir orang berduit saja. Saat ini, walaupun belum semua, dapat dipastikan bahwa telepon, tv, internet, sudah jadi barang wajib yang harus dimiliki (setidaknya tahu). Perkembangan zaman terus dan terus melaju kencang, saat ini kita memasuki sebuah era baru, yang kerap dipanggil atau disebut – sebut sebagai “Era Digital”.

Dalam era ini, hampir seluruh interaksi sosial yang sebelumnya hanya bisa dilakukan dalam kehidupan nyata. Tidak dengan sekarang, semua interaksi bisa dilakukan di dunia maya. Tanpa harus berpandang mata, bertatap muka, bersua berjabat tangan. Pertumbuhan internet dan kecanggihan telepon pintar (SmartPhone) memberikan kemudahan itu. Seluler yang digengam bisa membawa manusia kemanapun Ia inginkan di dunia ini. Berbicara dengan orang Afrika, bercumbu dengan kekasih di Amerika, semuanya cukup dengan HP dan adanya jaringan internet. Bahkan, sekedar berbelanjapun, tinggal duduk manis, dan barang pesanan akan menghampiri dengan sendirinya.

Bagi mereka yang jomblonya hampir habis masa tenggangnya sekalipun, dengan adanya media sosial, kekasih idaman, jodoh sekalipun bisa didapatkannya.  Mengirim uang saja tak perlu kesal antri di Bank, cukup lewat jari jemari dilayar hp, kelar. Uang yang sebelumnya berbentuk kertas atau koin, sekrang berevolusi dalam bit – bit angka dilayar kaca. Saya mau tanya, di era digital ini apa yang tidak dimudahkan oleh sentuhan teknlogi informasi dan komunikasinya? Jika memang ada, tak lama kemudian pasti bakal menjadi lebih mudah, percayalah. Mulai dari bangun tidur, beraktifitas, sampai tidur lagi, akan dirasa sentuhannya. Ya, tidak dipungkiri, inilah masanya segala sesuatu – apapun itu – terasa sangat mudah. Sangking mudahnya, kita semuai terbuai, termakan rayuan, akhirnya terlena.

Nah ini yang berbahaya, jikalau luput dalam ketakjuban kecanggihannya, kemudian hanya meratapi kemudahan demi kemudahannya. Niscaya, tidak akan datang sebuah nilai lebih dari semua kemajuan zaman. Berbeda dengan mereka, yang dapat membaca peluang dan potensi dari era digital ini. Dengan segala nalar kreatifnya, teknologi informasi akan disulapnya menjadi berbagai macam inovasi yang membawa segudang manfaat. Dan itu telah dibuktikan oleh para pemain dibidang industri kreatif, para start up pun mulai bermunculan seiring berjalannya waktu. Sebuah produk dapat dilahirkan dari mereka yang mampu memanfaatkannya. Dan tidak jarang produknya digandrungi, baik dalam negri sampai mancanergara sekalipun.

Era Digital di Indonesia

Mungkin masih banyak yang belum tahu mengenai pasar baru yang tumbuh beriringan dengan percepatan pembangunan teknologi informasi pada saat ini. Ya, pasar terbut adalah pasar digital, yang kian hari terus tumbuh menjadi sektor yang memberikan nilai tambah, entah dari segi ekonomi maupun penyerapan tenaga kerja, dan dampak sosial lain yang disebabkan olehnya. Indonesia, dalam hal ini kembali sebagai pasar emas yang diperebutkan oleh para pengembang dibidang industri kreatif dan industri – industri teknologi informasi dan komunikasi lainnya yang ada diseluruh belahan dunia.  Relakah kalian, pasar yang bisa merenggut pundi – pundi keuntungan dikuasai oleh bangsa asing? Dan kita hanya jadi penonton dalam gelanggang arena yang kita buat sendiri.

Indonesia merupakan pasar yang sangat menggiurkan, selain jumlah penduduknya, pertumbuhan pengguna internet dan media sosial terus bermekaran, bak jamur dimusim hujan. Seperti yang dilansir dari Kementiran Informasi dan komunikasi (Kominfo) angka pengguna internet Indonesia sebanyak 63 juta orang, dan 95% digunakan untuk jejaring sosial. Aplikasi digital seperti Faceebook, Twitter, Instagram, BBM, WA, Line masih menguasai dalam pasar digital Indonesia. Kemudian menguntil dari belakang, yaitu pengembang E-commers dan permainan (games). Tak dipungkiri pula, para penguasa pasar ini masih dimonopoli oleh pengembang asing.

Silahkan berselancar di mbah google, berapa keuntungan yang didapat dari para pengembang tersebut dari hasil ‘dagang’ dalam era digital di Indonesia. Apabila mengetahuinya, kalian akan tercengang oleh digit – digit angka yang digondol ke negeri asalnya dari hasil kemurahan tangan – tangan mungil penduduk Indonesia, yang tak pernah lepas dari genggaman hp, dan sorotan layar – layar kaca. Tapi memang tidak bisa disangkal pula, ada sebagian pengembangan asal Indonesia yang produknya bisa bersaing dengan para pengembang lain di dunia dalam kancah pertarungan memperebutkan pasar digital di dunia, dan khususnya dalam negri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN