Mohon tunggu...
Akmal Husaini
Akmal Husaini Mohon Tunggu... suka menjaga kebersihan

kebersihan sebagian dari iman. Karena itulah jadilah pribadi yang bersih

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Saatnya Semua Pihak Kembali ke Kearifan Lokal

6 Desember 2019   00:31 Diperbarui: 6 Desember 2019   00:42 27 0 0 Mohon Tunggu...
Saatnya Semua Pihak Kembali ke Kearifan Lokal
Toleransi - artikelpu.blogspot.com

 Kearifan lokal adalah bagian dari karakter Indonesia. Hampir setiap daerah, mempunyai kearifan lokal sendiri-sendiri. Namun esensi dari semua itu adalah Pancasila. Kelima sila tersebut merupakan intisari dari kearifan lokal yang ada. Tak heran jika Pancasila akhirnya disepakati sebagai dasar negara dan falsafah bangsa. Karena Pancasila lahir dan besar di Indonesia.

Dalam perjalanannya, seringkali Pancasila ini dianggap tidak relevan dengan kondisi sekarang ini. Padahal, pihak yang menganggap Pancasila tidak relevan adalah pihak yang tidak mengerti tentang budaya Indonesia. Mereka adalah kelompok intoleran, yang senantiasa berusaha mengganti Pancasila dengan ideologi khilafah, yang jelas tidak sesuai jika diterapkan di Indonesia.

Tidak hanya perorangan, pihak yang sering melontarkan tentang Pancasila tidak relevan adalah organisasi yang tidak jelas anggaran dasar dan rumah tangganya. Ironisnya, organisasi ini seringkali mengatasnamakan agama tertentu atau memperjuangkan agama tertentu. Padahal, semuanya itu dilakukan hanya untuk mendapatkan simpati publik. Mendapatkan dukungan masyarakat bahwa mereka ada dan peduli. Padahal, semuanya itu hanyalah bohong belaka.

Mana ada agama yang menganjurkan melakukan kekerasan? Mana ada agama yang mengajarkan saling membenci antar sesama. Atau mana ada agama yang mengajarkan untuk melakukan persekusi? Lalu, jika ada organisasi masyarakat yang membawa nilai agama tertentu, tapi justru melakukan perilaku yang tidak sesuai dengan ajaran agama. Mereka-mereka itulah yang harus disadarkan. Dan untuk menyadarkan, tentu harus dilakukan dengan cara-cara yang santun. Kekerasan tidak boleh dilawan dengan kekerasan. Kebencian tidak boleh dilawan dengan kebencian.

Mari kita introspeksi diri. Jangan lagi saling membenci hanya karena persoalan sepele. Dari awal Indonesia sudah dipenuhi dengan keberagaman. Dan keberagaman itu merupakan anugerah yang diberikan Tuhan kepada kita semua. Dan jika kita sepakat keberagaman itu bagian dari anugerah, semestinya kita saling menjaga. Dan bentuk dari menjaga anugerah itu adalah perilaku yang toleran, saling menghargai, saling tolong menolong antar sesama. Dan semuanya itu bisa terjadi, jika kita menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal.

Jika kita merasa menjadi bagian dari Indonesia, mari kita lihat ucapan dan perilaku kita semua. Sudahkan kita saling menghargai antar sesama? Sudahkah kita saling tolong menolong antar sesama? Jika sudah melakukan itu, maka terus pertahankan dan sebaran. Namun jika diantara kita masih belum melakukan, maka segera lakukan. Kenapa? Karena kebencian hanya akan membuat kehancuran. Tidak hanya kehancuran dalam pertemanan, ataupun persaudaraan, tapi juga hubungan berbangsa dan bernegara.Saatnya terus menjaga dan mengedepankan kearifan lokal, dalam setiap perilaku dan ucapan.

VIDEO PILIHAN