Mohon tunggu...
Mudzakkir Abidin
Mudzakkir Abidin Mohon Tunggu... Guru - Seorang guru yang belajar menulis

Menulis adalah sumber kebahagiaan. Ia setara dengan seratus cangkir kopi dalam menaikkan dopamine otak. Jika kopi berbahaya jika berlebihan dikonsumsi, namun tidak dengan tulisan, semakin banyak semakin baik buat otak.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Ibu dan Cinta

21 Januari 2022   13:29 Diperbarui: 21 Januari 2022   13:31 27 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Edukasi. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Pagi itu saat masuk kelas saya tak membawa buku pelajaran. Ini momen pertama mengajar setelah liburan. Saya membahasakannya pada anak-anak bahwa saat ini saya hanya ingin mereka berbagi kesan dan pengalaman saat liburan.

Giliran anak itu tiba. Ia bercerita bahwa dirinya hanya seminggu di rumah, seminggunya lagi di Bali. Salah satu momen yang sering ia bilang adalah bertemu ibunya. Saya belum "ngeh" saat ia selalu mengulang kalimat itu. Saya lalu bertanya: "memang di rumah tidak ketemu ibu?"
Dia menjawab : "tidak, ustadz. Ibu tinggal di Jakarta."
"Oh, ibu di Jakarta kerja yah?" Tanyaku lagi.
"Tidak, ustadz, beliau ikut suaminya."
Saya baru mengerti mengapa teman-temannya tadi seperti memberi isyarat kepadaku untuk berhenti, tapi saya tetap melanjutkan pertanyaan.

Seketika hatiku bergemuruh mendengar jawabannya. Hatiku langsung iba padanya.
"Maaf, nak, saya tak tahu. Maaf, maaf, untuk pertanyaan saya."
Pintaku beberapa kali sebagai bentuk penyesalan atas pertanyaanku.

Dia hanya terdiam. Saya pun terdiam beberapa lama. Kelas hening.

Saya membayangkan sosoknya sebagai seorang anak yang penuh dengan gelimang fasilitas kemewahan duniawi. Bahwa ia anak seorang dokter spesialis. Ternyata di balik semua itu, ada yang separuh jiwa yang hilang darinya, jika bukan sepenuhnya yang tak bisa ditukar dengan kekayaan materi berapa pun jumlahnya.

Saya berpikir jika kamu kehilangan kasih sayang ibu, kamu telah kehilangan rumahmu. Ibu mungkin bisa mengajarimu apa pun itu, tapi ia tak bisa mengajarimu hidup tanpanya.

Saya merasa berduka cita bagi anak-anak yang tak dapat merasakan sentuhan kasih sayang ibu meski mereka masih memiliki ibu. Itu mungkin jauh lebih menyakitkan dibanding memang tak lagi memiliki ibu untuk selamanya.

Pertimbangkan anak-anakmu baik-baik jika saja ada masalah dalam rumah tanggamu...!!!!

Mohon tunggu...

Lihat Konten Edukasi Selengkapnya
Lihat Edukasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan