Mohon tunggu...
Faisol
Faisol Mohon Tunggu... Wiraswasta - Lahir di Jember - Jawa Timur, Anak ke 2 dari enam bersaudara.

Instagram : akhmadf_21 Twitter : @akhmadf21

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Ketika Peran dan Fungsi Guru Harus Terdistorsi Digitalisasi

4 Desember 2021   09:33 Diperbarui: 4 Desember 2021   12:44 228
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Rencana Kemendikbud Ristek yang mempersiapkan anggaran yang besar untuk melaksanakan program digitalisasi dalam pendidikan | ilustrasi : Surakarya.id

"Program digitalisasi sekolah yang dicanangkan oleh Kemendikbud Ristek yang lebih di prioritaskan pada wilayah 3T, yakni wilayah Tedepan, Terluar, dan Tertinggal, merupakan program pemerataan pendidikan ditengah pesatnya perkembangan tekhnologi di era kekinian"

Wabah covid 19 yang meledak pada tahun 2019 di kota Wuhan dan merambah keseluruh bagian dunia, telah menyebabkan berbagai perubahan tatanan dan sistem dalam kehidupan ummat manusia, tak terelakkan pada aspek pendidikan pun, juga sangat begitu besar dampaknya.

Salah satu dampak dari pandemik ini, yakni mengenai sistem pembelajaran yang semula PTM (Pembelajaran Tatap Muka) berubah menjadi PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) dengan bantuan alat smarphone, atau di kenal dengan istilah pembelajaran daring.

Pesatnya perubahan dan perkembangan zaman pada era 4.0 ini, begitu sangat terasa, terutama pada perkembangan pesatnya tekhnologi dan informasi.

Rencana Kemendikbud Ristek dengan program baru dan program unggulannya, yakni program digitalisasi sekolah pada tahun 2021 yang telah mendapatkan dukungan penuh dari para pihak, memang tidak bisa kita pungkiri dalam rangka beradaptasi dengan pertumbuhan, perubahan, dan perkembangan zaman, dimana sekolah merupakan satu-satunya wahana untuk bida menerapkan sekaligus mengembangkan digitalisasi untuk mempercepat berbagai ketertinggalan pembelajaran selama pandemik berlangsung.

Dikutip dari kompas.com, Sri Mulyani menyatakan, lebih dari Rp 100 triliun dianggarkan untuk dana pendidikan, riset, dan kebudayaan, sehingga dapat meningkatkan kemampuan dari warga negara Indonesia.

"Untuk itu keluarga yang paling rentan perlu dibantu. Selain itu pemerintah juga menyediakan beasiswa yang dapat dimanfaatkan seluruh warga Indonesia untuk mendapatkan pendidikan lanjutan dan lebih baik," tuturnya.

Peruntukan yang cukup fantastis itu diprioritaskan bagi 20.000 keluarga untuk menunjang kebutuhan dan fasilitas demi terlaksananya sekolah berbasis digital.

Disinilah kemudian beragam pendapat yang menguap kepermukaan soal konsep digitalisasi dintengah menyusutnya ASN dari tahun ke tahun, karena salah satunya ada banyak peran dan fungsi guru yang harus tergantikan oleh digitalisasi dalam proses kegiatan belajar mengajar.

Benarkah peran guru akan terdistorsi oleh pesatnya perkembangan zaman dan digitalisasi?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun