Mohon tunggu...
Faisol
Faisol Mohon Tunggu... Wiraswasta - Lahir di Jember - Jawa Timur, Anak ke 2 dari enam bersaudara.

Instagram : akhmadf_21 Twitter : @akhmadf21

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Kiai Kampung dan Kesadaran Transedental

7 Oktober 2021   07:46 Diperbarui: 7 Oktober 2021   07:49 329
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Seorang guru ngaji ditiap-tiap kampung, mendedikasikan hidupnya dengan mengajarkan anak membaca, tanpa harus dibayar jasanya|ilustrasi : Alif.id

Rasa iri dan dengki kerapkali memusuhi keberadaan kiai kampung, sehingga seperti pertarungan dalam dunia putih dan hitam.

Hitam ataupun putih laksana baik dan buruk yang tak akan pernah menyatu. Keduanya akan saling berhadapan, tetapi hal itu bukan soal kalah dan menang, tetapi dimana ada kebaikan, disitu pula muncul keburukan sebagai sebuah penyeimbang, ibarat iblis dan malaikat yang memiliki peran dan fingsinya masing-masing.

Kiai kampung juga seorang manusia yang keberadaannya juga tidak lepas dari kesalahan, artinya bahwa kiai kampung itu bukanlah orang yang suci, hanya saja mereka punya niat untuk terus membenahi akhlak anak didik dan masyarakat sekitarnya, meski keberadaannya kerap dipandang sebelah mata.

Kiai Kampung mendidik anak didik dengan hati

Sebagai manusia biasa, kiai kampung itu pada hakekatnya sama saja dengan manusia pada umumnya, namun perbedaannya sebagai sebuah profesi yang diamanahkan oleh Tuhan yang maha kuasa, kiai kampung hanya berusaha menundukkan dirinya sendiri.

Hal yang paling besar dan berat dalam diri manusia itu memang kemampuan diri untuk melawan dan menundukkan ego dalam pikiran dan hati, sehingga antara hati, pikiran, dan tindakan kerap tidak terjadi harmonisasi.

Disinilah pentingnya kesadaran Transedental dalam diri, bahwa segala sesuatu itu tidak selalu bisa kita kendalikan, sebab diluar sana sudah ada yang mengendalikan, termasuk jalan hidup kita sendiri.

Kelembutan hati, pikiran, dan tindakan menjadi salah satu syarat yang harus dimiliki oleh kiai kampung, sebab mereka mendidik anak didik tentulah dengan kebaikan hati, kejernihan pikiran, dan tindakan yang pastinya akan menjadi contoh bagi anak didiknya.

Kiai kampung dan kesadaran Transedental 

Manusia sebagai makhluk ciptaanNya, tentu saja harus menyadari bahwa setiap masing-masing manusia memiliki peran dan fungsinya masing-masing, begitupun dengan kiai kampung yang setiap harinya mendidik anak dan mengajarkan nilai-nilai kebaikan kepada masyarakat.

Ada dua hal penting yangbperk disadari, keberadaan manusia sebagai seorang Kholifah dimuka bumi ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun