Mohon tunggu...
Faisol
Faisol Mohon Tunggu... Lahir di Jember - Jawa Timur, Anak ke 2 dari enam bersaudara.

Hanya petani kecil di lereng gunung batu Amper - Jember, Jawa Timur

Selanjutnya

Tutup

Tebar Hikmah Ramadan

Hijrah: Momen Perubahan Positif di Hari yang Fitri

14 Mei 2021   13:43 Diperbarui: 14 Mei 2021   14:12 219 5 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Hijrah: Momen Perubahan Positif di Hari yang Fitri
Ilustrasi : www.wasathiyyah.com

"Makna dan pengertian Hijrah sudah dikenal sejak zaman Rosulullah, dimana Nabi Muhammad pada waktu itu sudah melakukan Hijrah dari Mekkah ke Madinah".

Dalam konstek ini apa hubungannya Hijrah, Silaturrahmi, dan momentum hari raya idul Fitri? Mari kita bahas bersama-sama, bahwa hijrah merupakan suatu perpindahan perilaku manusia dari yang negatif ke yang positif.

Secara sederhana kita ketahui bersama bahwa hijrah merupakan perpindahan, dan perubahan untuk lebih baik lagi. Namun jika kita pelajari bersama, hijrah tidaklah sekedar bermakna demikian. Proses perpindahan dan perubahan perilaku manusia, akan selalu dibenturkan dengan persoalan yang kemudian akan menjadi suatu renungan. Artinya Hijrah tidak sekedar perpindahan fisik, namun hijrah merupakan perpindahan dan perubahan secara psikis.

Momen dibulan suci ramadhan 1442 Hijriyah, sampai dengan diraihnya kemenangan di hari yang Fitri, merupakan momen untuk hijrah pada kondisi yang lebih baik. Semisal pada momen yang Fitri ini, mestinya menjadi ajang untuk meningkatkan silaturrahmi dengan sanak famili, menaklukkan egosentris untuk saling memaafkan, sekalipun pada musuh yang sangat membenci kita, menambah kesabaran dan keikhlasan dalam menerima ujian hidup, serta meningkatkan hubungan kita dengan Tuhannya.

Hijrahnya manusia pada sesuatu yang lebih positif, tentu saja tidak akan pernah terlepas dari hidayah dari yang maha kuasa,karena masing-masing personal setiap saat akan selalu diberikan sinyal petunjuk untuk melakukan perubahan yang positif, namun apakah kita bisa menangkap sinyal-sinyal positif dari yang mahakuasa? Atau jangan - jangan malah kita menangkap sinyal dari kerakusan jiwa yang di provokator oleh iblis, Wallahu a'lam. 

Bulan suci sudah berlalu, dan saat ini masih dalam situasi yang Fitri dengan saling memaafkan dan silaturrahmi, baik dengan kerabat yang dekat, maupun dengan kerabat yang jauh.

Luasnya makna hijrah ini, apalagi di momen hari yang Fitri, merupakan sebuah awal, untuk selalu menebar kebaikan dimuka bumi ini, dan berupaya dengan sekuat tenaga untuk mencegah kerusakan. Menebar kebaikan, tidak selalu dilaksanakan pada bulan yang suci atau pun di hari yang Fitri, tetapi menebar kebaikan bisa dimana saja, kapan saja, dan kepada siapa saja. Karena kita sebagai makhluk sosial kerap akan menemui gesekan yang bisa menyebabkan salah dan khilaf.

Barangkali hijrahnya Rosulullah dengan ummatnya memang tidak sama, baik situasi maupun kondisinya, tetapi hijrahnyaanusia secara umum, merupakan bentuk kebaikan dalam diri yang harus di sebar untuk di ikuti.

Pendidikan dari yang maha kuasa, selama satu bulan penuh, merupakan upaya pribadi setiap ummat untuk menjadi lebih baik. Baik secara sosial, maupun secara transendental.

Di sinilah pendidikan ummat ketika menjalani puasa, disamping menahan lapar dan haus, juga menahan untuk menaklukkan hawa nafsu yang selalu mengajak pada keburukan, apakah kita berhasil menjalankan ibadah puasa di bulan suci untuk meraih kemenangan, atau justru kita gagal, walaupun tetap merayakan kemenangan?.

Bagi ummat manusia, dan ummat muslim khususnya, sangat penting adanya menjadi pribadi yang Sholeh secara sosial, dan shaleh secara transendental. Apa itu shaleh secara sosial,dan apa pula shaleh secara transendental?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN