Mohon tunggu...
Akhidatus zahro
Akhidatus zahro Mohon Tunggu... Jika merasakan ujian sebesar kapal, maka yakinlah nikmat Allah seluas lautan😊

فبايالاءربكماتكذبن

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Aliran Idealisme dan Para Tokohnya dalam Filsafat Pendidikan

1 April 2020   06:35 Diperbarui: 1 April 2020   07:19 7 0 0 Mohon Tunggu...

Filsafat pendidikan di aliran idealisme sangatlah penting di dakam dunia pendidikan atau pengetahuan, pada aliran idealisme ini meletakan anak didik sbg subjek memiliki akal atau berfikir pengetahuan dalam diri sendiri. Hal ini bisa mencakup pengetahuan umum atau agama. Dalam idealisme peserta didik ini lebih mempunyai sifat-sifat yang belum dikembangkan oleh pendidik oleh karena itu peserta didik harus diarahkan oleh pembimbing agar pengetahuanya bisa di capai atau dipahami melalui akal fikir.
     Filsuf pendidikan idealisme
1. Plato (427-374 SM)
     Seluruh filsafat palto mencakup tentang idealisme atau ide beliau mempercayai ide itu realitas atau sebenarnya yang sudah dikenal oleh panca indra. Plato mengemukakan idealisme itu bukanlah ide yang semata-mata hanya ide dari fikiran manusia akan tetapi ide itu mandiri, sempurna, abadi, dan tidak berubah-ubah.

2. Elea dan hegel.              (1770-1831)
      Kedua tokoh ini berbeda akan tetapi berpusat pada satu  keyakinan yaitu ide atau akal manusia. Menurut elea pendidikan itu didasari dengan ilmu sebenarnya atau tampak kepada benda itu dengan panca indra sedangkan hegel menyangkut pautkan dengan metode dielektika seperti tesis antitesis dan sintesis, pada hal ini metode ini menyatakan bahwasanya manusia itu berfikir dengan cara berbeda -beda seperti contoh berperilaku atau moralitas pada ucapan atau tindakan semata.

3. Imanuel kant (1724-180i)
    Bersudut pandang kepada ruang dan waktu bahwasanya filsafat pendidikan itu berisi tentang pengalaman langsung yang diperoleh diri sendiri.

4. David hume ( 1771- wafat)
    Sebuah kenyataan atau realitas dapat ditemukan dari pengalaman, nah jadi agar peserta didik menemukan pendidikan yang layak harus terbiasa dengan pengetahuan-pengetahuan dari pendidik agar pengalamanya semakin bertambah.

5. Al-ghazali (1059 M)
    Beliau lebih faham atau cenderung kepada empirisme menurut beliau pendidikan seorang anak akan lebih tergantung kepada orang tua, hati seorang anak itu mempunyai gambaran bersih dan sederhana hal ini seperti apa yang dikatakan Rasulullah "bahwa  anak yang dilahirkan itu bersifat bersih akan tetapi orang tuanyalah yang mempengaruhi anak itu menjadi penganut yahudi, nasrani, dan majusi (H.R muslim)"

        Sekian terimakasih semkga bermanfaat

VIDEO PILIHAN