Mohon tunggu...
Akhbar Rafi Damudra
Akhbar Rafi Damudra Mohon Tunggu... Mencoba menjadi lebih baik

Mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Sejarah Coffee Shop dan Dampak Ketika Pandemi Covid 19

23 April 2021   23:00 Diperbarui: 23 April 2021   23:52 63 1 0 Mohon Tunggu...

SEJARAH

Kopi Shop atau Coffee Shop atau Warung Kopi atau Kedai Kopi saat ini, mungkin yang terlintas di benak kita adalah tempat yang cozy, menyajikan olahan kopi dan espresso dengan kursi untuk bermalas-malas sambil menghirup secangkir kopi. Sebenarnya, bagaimana sejarah awal mula coffee shop itu?

Catatan sejarah awal tentang tempat publik yang menyajikan kopi adalah pada tahun 1475. Kiva Han adalah nama Coffee Shop pertama yang berlokasi di Constantinopel di Turki (sekarang Istanbul). Kopi adalah produk penting pada saat itu. Di Turki pada waktu itu adalah legal bagi seorang wanita dapat menuntut cerai suaminya jika suaminya itu tidak dapat menyuplai cukup kopi. Kopi Turki disajikan sangat kental, hitam dan tak disaring.

Sedangkan ide untuk menambah cita rasa kopi dengan cream dan pemanis, menjadi trend di Eropa sekitar tahun 1529, setelah Kopi shop pertama di Eropa didirikan. Vienna pernah diinvasi oleh pasukan Turki, yang meninggalkan berkarung-karung kopi ketika mereka kalah dan kemudian melarikan diri dari kota itu.

 Franz Georg Kolschitzky mengklaim kopi tersebut sebagai rampasan perang, dan membuka sebuah Coffee Shop. Sebenarnya, dia pernah tinggal di Turki dan merupakan satu-satunya orang yang mengetahui nilai sesungguhnya dari biji-bijian kopi. Dia mendapat ide untuk menyaring kopi dan memperhalus cita rasa minuman kopi dengan susu dan gula. Minuman ini dengan cepat menjadi sangat digemari, dan ketika Coffee Shop juga mulai menjual kue-kue manis dan penganan yang lain, popularitasnya makin meledak.

Keberadaan kopi terus menyebar, dengan Coffee Shop pertama dibuka di daratan Britania pada tahun 1652. Meskipun popularitasnya terus bertambah di Eropa, ide membuka Coffee Shop sampai di Inggris langsung dari Turki. Pedagang Inggris yang meniagakan barang-barang Turki (termasuk kopi) memiliki dua orang pelayan yang kemudian memisahkan diri, untuk masuk ke bisnis mereka sendiri. Coffee Shop "The Turk's Head" akhirnya lahir.

Dari Inggris, ide ini terus tersebar di Eropa. Italia di tahun 1654 dan kemudian Paris di tahun 1672, sedangkan Jerman mendirikan Coffee Shop pertama di tahun 1673.

Ketika masa kolonialisasi Amerika, Coffee Shop secara cepat ikut menyebar. Aturan Coffee Shop di Amerika sama dengan kedai-kedai di Inggris: tempat berkumpulnya komunitas bisnis. The Tontine Line Coffee House (1792) di New York adalah lokasi asli New York Stock Exchange, karena dari dulu sangat banyak kegiatan bisnis dijalankan di sini.

Sampai saat itu, Coffee Shop masih menyajikan kopi seduh tradisional. Kemudian muncullah espresso. Pada tahun 1946, Gaggia menciptakan mesin membuat espresso komersil yang jauh lebih mudah dan aman digunakan dibandingkan model-model awal. Coffee Shop Gaggia, di Italia, adalah lokasi pertama yang menggunakan mesin ini dan menawarkan espresso disamping kopi seduh tradisional. Era modern Coffee Shop telah dimulai.

Tentu saja, Coffee Shop oldies tidak harus dibingungkan dengan Coffee Shop yang muncul pada dekade baru-baru ini. Yang sebenarnya adalah restaurant yang melayani menu makanan berat, disamping kopi. Tim Horton merupakan contoh yang bagus untuk Coffee Shop yang populer, yang selain menyajikan berbagai macam makanan berat, mereka terkenal di berbagai negara untuk kopi mereka yang nikmat. Tapi, ini tidak dapat diklasifikasikan sebagai Coffee Shop karena mereka tidak menyediakan espresso atau minuman lain yang berbahan dasar espresso.

Dan juga kita tidak mungkin dapat melupakan apa yang paling terkenal dan memiliki jaringan sangat luas dibanding Coffee Shop yang lain, Starbucks. Mereka membuka counter mereka yang pertama pada 1971 di Seattle dan kini telah membanjiri dunia di 8.000 lokasi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN