Akbar Rd Mishbah
Akbar Rd Mishbah Motivational Speaker, Urban Activist & Treasury Dealer

Selanjutnya

Tutup

Muda Pilihan

Tanda Lo Harus "Resign"

13 Januari 2018   09:35 Diperbarui: 13 Januari 2018   10:09 1841 0 0
Tanda Lo Harus "Resign"
Sumber: https://www.cermati.com

                                                                                                      

Bagi generasi Millenials, berganti pekerjaan  bukanlah sesuatu yang tabu. Menurut statistik, 80% beranggapan bahwa  waktu ideal bekerja di satu perusahaan adalah maksimal 3 tahun. Dan itu  berarti bisa berganti pekerjaan hingga 15-17 kali dengan 5 bidang  karier yang berbeda. Bahkan 55% generasi ini ingin membuka perusahaannya  sendiri.

Dari fakta-fakta ini, ada beberapa tanda kita harus RESIGN:

1. Mengalami stagnansi

Masih melakukan pekerjaan yang persis sama seperti 2 tahun lalu? Maka  ada dua kemungkinan. Pertama, Anda semakin ahli (specialist expert)  atau kemungkinan kedua: Anda ga kemana-mana lagi (stagnant). Bagaimana  membedakannya? Sederhana.

Cukup ajukan pertanyaan kepada diri sendiri: "Apakah saya belajar hal  baru? Apakah saya bertemu orang baru? Apakah saya memberikan kontribusi  baru?". Jika jawabannya tidak, maka selamat bertemu dengan makhluk  setengah dementor bernama stagnansi. Ia akan menyeret korbannya ke zona  nyaman dan perlahan-lahan menyedot perkembangan hidup si korban.

2. Tidak ada inspirasi

Ketika Anda bangun pagi dan berdoa ada badai salju agar tidak perlu  ke kantor hari ini, maka itu adalah tanda tiadanya inspirasi. Saat Anda  merasa bosan dan berharap segera pulang, maka itu adalah pertanda gairah  yang hilang. Saat pekerjaan menjadi tuntutan kewajiban, maka setiap  tanggung jawab terasa seperti beban.

Pekerjaan yang baik harus membuat Anda bersemangat bangun pagi,  tertawa saat sibuk di siang hari, dan tersenyum ketika pulang di malam  hari. Jika Anda tidak bahagia, berarti ada yang salah dengan pekerjaan  Anda, atau cara Anda memaknai pekerjaan itu.

3. Mengejar mimpi

Mark Zuckerberg mengembangkan Fecebook saat belum genap 20 tahun,  Henry Ford memulai Ford Motor di usia 39, Colonel Sanders membuka gerai  KFC pertama di umur 65. Intinya: orang akan mengingat karya Anda, bukan  usia Anda. Tidak ada kata terlambat untuk melakukan perubahan yang  membawa kebaikan.

Ketika Anda sadar jika Tuhan menciptakan Anda bukan untuk melakukan  pekerjaan ini dan memiliki "panggilan" untuk melakukan sesuatu yang  lain, maka waktunya mengikuti panggilan itu. Jangan membunuh suara hati  kecil Anda.

Posisi versus Kontribusi

Bagaimana jika tujuan pindah kerja untuk mencari penghidupan (gaji)  yang lebih baik? Tentu itu wajar dan manusiawi. Tapi anehnya, hampir  semua orang hebat (entrepreneur, direktur, pejabat publik) yang saya  temui dan baca biografinya tidak meletakkan bayaran sebagai motivasi  utama. Mengutip Kiyosaki:

  "Hanya kelas menengah yang bekerja demi gaji".

Oleh karena itulah, juga demi menghindari pajak, CEO perusahaan besar  seperti Steve Jobs (Apple), Sergey Brin (Google), atau Lee Iacocca  (Chrysler) hanya 'digaji' 1 dollar USD. (Tentu mereka mendapat benefit package lain senilai jutaan dollar yang dikenai pajak lebih kecil).

 

Bagi orang-orang keren ini, bayaran tak perlu dipikirkan. Hal itu  pasti naik mengikuti pertumbuhan kualitas diri. Mereka tidak berkata :  "Apa yang saya dapatkan?", tapi justru malah bertanya: "Apa yang bisa  saya berikan?".

 

Mereka tahu perbedaan antara posisi dan kontribusi. Posisi itu alat.  Kontribusi itu nilai. Orang kebanyakan lebih mementingkan posisi  daripada kontribusi. Sedangkan mereka tahu jika kontribusi lebih penting  daripada posisi. Kontribusi memberikan Anda posisi. Posisi mewajibkan  Anda untuk berkontribusi. Kita tak perlu menunggu memiliki posisi, untuk  menyumbangkan kontribusi.

 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2