Mohon tunggu...
Akbar Pitopang
Akbar Pitopang Mohon Tunggu... Guru - Belajar Sambil Mengajar di Sepanjang Hayat

Penulis Buku Kolaborasi Kompasianer: Cinta Indonesia Setengah dan Jelajah Negeri Sendiri | Strata Manajemen Pendidikan | Best Teacher Kompasiana Award 2022 πŸ†

Selanjutnya

Tutup

Home Artikel Utama

Pengalaman Saya Menangani Atap Rumah Bocor Saat Musim Hujan Tiba

12 Desember 2022   15:46 Diperbarui: 16 Februari 2023   20:06 1186
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi atap rumah bocor. (SHUTTERSTOCK/VOLKOVSLAVA via Kompas.com)

Topik Pilihan di Kompasiana kali ini merupakan sebuah ide tulisan yang sudah terlintas di benak saya sejak beberapa bulan yang lalu.

Kebetulan kondisi yang saya alami sesuai dengan tema yang diangkat yakni terkait kondisi rumah yang mengalami bocor atau rembes saat musim hujan.

Sedikit bercerita bahwa saya saat ini menempati sebuah rumah di kawasan perumahan namun rumah tersebut sudah cukup lama dibangun.

Rumah ini dibangun oleh developer atau pengembang perumahan. Sebuah pemandangan yang lumrah sekali terjadi hingga saat ini di Kota Pekanbaru.

Hampir di semua sudut kota hingga kini gencar sekali pembangunan kawasan perumahan dalam berbagai tipe dan spesifikasi yang ditawarkan tentu sesuai dengan harga yang menyesuaikan pula.

Nah, sudah setahun lebih saya menempati rumah yang luasnya saya rasa sangat pas dan memadai untuk keluarga kecil kami.

Pada awalnya kami tidak menjumpai kerusakan atau kendala terhadap rumah ini. Namun, seiring berjalannya waktu ternyata ada beberapa hal yang perlu perbaikan agar dapat berjalan normal sebagaimana mestinya.

Salah satu yang menjadi perhatian saya adalah kondisi dimana dinding kamar tidur saya terkadang sering ditetesi air tatkala hujan tiba.Β 

Intensitas dan kuantitasnya memang menyesuaikan dengan curah hujan yang datang. Semakin deras hujan yang turun maka semakin melimpah air yang menetes dari dinding tersebut hingga mengalir ke lantai kamar.

Awalnya pun saya mengira kondisi tersebut wajar saja lantaran saya sadar bahwa kondisi unit rumah yang dibangun developer rawan akan masalah-masalah seperti itu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Home Selengkapnya
Lihat Home Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun