Mohon tunggu...
Akbar Pitopang
Akbar Pitopang Mohon Tunggu... Guru - Belajar Sambil Mengajar | Pendidikan Sepanjang Hayat

Bukan Sensasi Tapi Esensi. Alam takambang jadi guru | Pernah menjadi relawan KSR PMI Jogja, Chief storekeeper di Lombok, Operational-admin staff di MNC Payakumbuh | Pemerhati dunia edukasi, pendidikan agama, parenting dan psikologi anak, sosial budaya dan lifestyle | Bagian dari buku kolaborasi Kompasiana: Cinta Indonesia Setengah dan Jelajah Negeri Sendiri | Let inspired to inspiring πŸ‘

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

5 Kesalahan Fatal yang Ditemukan saat Penerapan Implementasi Kurikulum Merdeka

29 September 2022   15:09 Diperbarui: 2 Oktober 2022   12:24 381 40 8
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ada beberapa hal penting yang harus dipahami ketika menerapkan implementasi kurikulum merdeka (ilustrasi via kompas.id)

Tak terasa sudah dua bulan lebih satuan pendidikan Indonesia mulai mengimplementasikan Kurikulum Merdeka sesuai jenjangnya terhitung sejak awal tahun pelajaran baru 2022/2022 yang dimulai sejak 11 Juli yang lalu.

Walaupun kami memandang kehadiran Kurikulum Merdeka ini di sekolah secara positif dengan sifat keterbukaan terhadap perubahan.

Namun, di sebagian besar guru lainnya di lintas satuan pendidikan yang kami jumpai ternyata masih banyak yang belum memahami kurikulum yang baru ini dengan baik.

Terlebih guru-guru bisa dibilang hanya dibekali dengan Platform Merdeka Mengajar yang dipelajari secara daring lewat handphone masing-masing.

Sesekali guru-guru menyempatkan mengikuti webinar seputar Implementasi Kurikulum Merdeka yang ditaja oleh Kemendikbud.

Disamping itu, ketika memungkinkan maka sesama guru saling bertukar pemahaman tentang kurikulum Merdeka.

Pelatihan secara offline atau tatap muka on the spot untuk Kurikulum Merdeka ini kami rasa tidak terlalu sering dilakukan.Β 

Sejauh ini untuk kami sendiri baru sekali mengikuti pelatihan secara offline atau luring. Sebelumnya kami sempat menghadiri sosialisasi kurikulum merdeka pada Juni yang lalu.

Pelatihan secara luring sejatinya sangat diperlukan guru untuk menunjang pemahaman tentang bagaimana seharusnya yang dilakukan guna implementasi kurikulum merdeka ini di sekolah atau di setiap satuan pendidikan.

Karena untuk bisa mengimplementasikan kurikulum merdeka ini tidak cukup hanya sebatas mampu memahami, namun pengetahuan secara mendalam sangat dibutuhkan sekali demi kesuksesan penerapannya di satuan pendidikan.

Pertemuan guru menyinggung penerapan Implementasi Kurikulum Merdeka (Foto: Akbar Pitopang)
Pertemuan guru menyinggung penerapan Implementasi Kurikulum Merdeka (Foto: Akbar Pitopang)
Pada sebuah kesempatan di saat mengikuti pelatihan implementasi kurikulum merdeka, dalam sesi presentasi materi pelatihan oleh pemateri sambil tanya jawab dengan para peserta ditemukan fakta bahwa masih ditemukan beberapa kekeliruan seputar pemahaman guru tentang bagaimana mengimplementasikan kurikulum merdeka ini di sekolahnya masing-masing.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan