Mohon tunggu...
Akbar Pitopang
Akbar Pitopang Mohon Tunggu... Guru - Belajar Sambil Mengajar | Pendidikan Sepanjang Hayat

Bukan Sensasi Tapi Esensi. Alam takambang jadi guru | Pernah menjadi relawan KSR PMI Jogja, Chief storekeeper di Lombok, Operational-admin staff di MNC Payakumbuh | Pemerhati dunia edukasi, pendidikan agama, parenting dan psikologi anak, sosial budaya dan lifestyle | Bagian dari buku kolaborasi Kompasiana: Cinta Indonesia Setengah dan Jelajah Negeri Sendiri | Let inspired to inspiring πŸ‘

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Artikel Utama

Menakar Untung Rugi Penggunaan Kompor Listrik bagi Rumah Tangga

21 September 2022   11:08 Diperbarui: 23 September 2022   04:28 1061 59 16
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kompor listrik. (Dok. PLN via Kompas.com)

Pemerintah berencana akan mulai mengubah pola kebiasaan masyarakat untuk memakai kompor listrik untuk dapur rumah tangga dari yang selama ini sudah memakai kompor gas.

Sepertinya hal ini dipengaruhi oleh faktor pasokan sumber energi listrik yang berlimpah yang telah dibeli oleh PLN harus habis terjual atau disalurkan ke masyarakat pengguna energi listrik untuk kehidupan sehari-hari.

Kebijakan ini mungkin sejalan dengan langkah "tidak manusiawi" pemerintah yang menaikkan daya listrik rumah tangga dari 450 VA ke 900 VA.

Akibat dari naiknya daya listrik tersebut tentu semakin memperbesar dana pengeluaran yang harus disiapkan oleh masyarakat.

Nah, sekarang dengan adanya kebijakan peralihan kompor gas ke kompor listrik ini, bisa saja juga akan semakin mempersulit atau memberatkan ekonomi warga.Β 

Namun demikian, kedepannya jika regulasi, fasilitas serta infrastrukturnya dirancang pemerintah dengan baik dan sesuai standar maka mau tidak mau masyarakat pasti akan "dipaksa" untuk meninggalkan kompor gas untuk beralih menggunakan kompor listrik.

Sama seperti dulu ketika masa peralihan dari kebiasaan penggunaan minyak tanah ke kompor gas yang juga diwarnai dengan penolakan dan banyaknya masyarakat yang kontra dengan kebijakan tersebut.

Maka ada kemungkinan penggunaan kompor listrik setelah ini juga akan semakin masif digalakkan oleh pemerintah dan kita sebagai warga negara "yang dipaksa baik" nantinya pasti juga akan beralih ke kompor listrik karena memang keberadaan gas 3 kg sudah langka.Β Daripada ga bisa masak, mau gak mau harus dengar kata "si bapak".

Nah, sambil menunggu kesiapan pemerintah dan masyarakat untuk beralih menggunakan kompor listrik atau yang disebut juga dengan sebutan kompor induksi, mari dari sekarang jika coba menakar untung-rugi dari adanya kebijakan penggunaan kompor listrik bagi rumah tangga.

Kita awali dengan menjaring apa saja kira-kira keuntungan, manfaat atau kelebihan yang diperoleh dari penggunaan kompor listrik ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan