Mohon tunggu...
Akbar Pitopang
Akbar Pitopang Mohon Tunggu... Guru - Pendidikan Sepanjang Hayat

Bukan Sensasi Tapi Esensi. Alam takambang jadi guru | Tulisan berupa opini, observasi, pengalaman diri didukung referensi | Bagian dari project buku kolaborasi Kompasiana dan Bentang Pustaka: Cinta Indonesia Setengah dan Jelajah Negeri Sendiri | Let inspired to inspiring ūüĎć

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Bersabar dalam Keindahan

1 Agustus 2022   20:59 Diperbarui: 12 Agustus 2022   12:02 123 35 6
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
(Foto: Getty Images)

"Bersabar dalam Keindahan"

Oleh: Akbar Pitopang

***

Tahukah engkau yang dirasakan pasir pinggir pantai?

Ombak datang silih berganti 

Memberi cinta yang segar di kala terik

Tapi ternyata itu semua hanya gurauan

Ombak hanya butuh pasir untuk menghirup harumnya daratan

Kau tahu apa yang dirasakan sebatang kayu yang kokoh

Tatkala api datang 

Merayu dengan belaian yang hangat

Kayu kokoh pun luluh meleleh 

Bila api telah mencapai hasratnya

Tinggal lah arang dan debu  

Tak seorang mau memandang

Terhembus angin berhamburan

Kau tahu yang dipikul awan hitam

Hati mendung luapan rasa kelam

Hujan telah memberinya beban

Di kala hujan turun membasahi bumi

Penghuni bumi memuja-muji hujan yang derma

Seakan hujan yang paling berjasa

Awan hitam pun menghilang 

Bersama rasa yang terpendam

 Adakah yang peduli?

Kau akan tahu yang dirasakan kerikil-kerikil itu

Dirinya selalu diinjak

Walau ramai tetap tak berarti

Bila kaki jatuh tersandung 

Kerikil saja yang salah

Kerang di dasar laut yang malang

Sebutir pasir menghibur dengan nestapa

Mengubah duri menjadi mutiara 

Keindahan yang direbut paksa

Kerang yang tercampakkan

Kembali ke dasar keheningan 

Berteman dengan kepedihan yang abadi

Tak mengutuk takdir

Tak mencaci-maki nasib

Pura-pura memberi rasa yang indah

Ternyata hanya fatamorgana

Asa itu terus ada selamanya

Hanya tulus yang mampu membela

Oh, biarkan saja

Tetaplah utuh

Karena dirimu terlalu berjasa, untuk mereka.



***

Pekanbaru, 1 Agustus 2022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan