Mohon tunggu...
Rahmad Agus Koto
Rahmad Agus Koto Mohon Tunggu... Microbial cellulose expertise

Aku? Aku gak mau bilang aku bukan siapa siapa. Terlalu klise. Tidak besar, tapi aku punya pengaruh. Memberikan pengaruh kepada komunitas sosial dimanapun aku berada.

Selanjutnya

Tutup

Kandidat Pilihan

Poin-poin Penting dari Tausiyah Khusus UAS kepada Prabowo Subianto

13 April 2019   14:00 Diperbarui: 13 April 2019   14:14 0 0 0 Mohon Tunggu...
Poin-poin Penting dari Tausiyah Khusus UAS kepada Prabowo Subianto
Pertemuan UAS dan Prabowo (Tafaqquh Video)

Yep! Tausiyah. Pertemuan keduanya memang kurang tepat dikatakan sebagai dialog, lebih kepada penyampaian pesan pribadi dan pesan ummat, serta sekaligus memberikan tausiyah khusus kepada Prabowo yang sedang mencalonkan diri sebagai pemimpin sebuah negara besar.

Kemarin malam hingga dini hari, selama berjam-jam, saya menuliskan transkrip lengkap pembicaraan yang terjadi dalam pertemuan itu secara mendetail dan seakurat mungkin. Hasilnya bisa dibaca di postingan saya sebelumnya..

Videonya berulang kali saya putar, hingga memahami betul isi pembicaraan mereka.

Setelah saya menyimaknya dengan seksama, saya menggali beberapa poin penting, penting dan bermanfaat secara politik maupun secara sosial budaya.

1. Ustadz Abdul Somad tidak serta merta mendukung Prabowo Subianto untuk menjadi presiden Indonesia.

Dalam waktu yang relatif lama, UAS berada dalam kebimbangan yang sangat, apakah beliau akan mendukung Prabowo secara terbuka atau tidak. Beliau tidak mau tertipu oleh rekayasa pencitraan semata. Jika kita sedang berada dalam kebimbangan, biasanya kita akan mendatangi orang yang sangat kita hormati dan percayai, meminta bimbingan dan nasehatnya.

Tiga ulama yang didatangi UAS, ulama-ulama yang tidak mashyur. Tentunya bukan ulama yang sembarangan, ulama pilihan. Ulama yang lebih tinggi maqamnya daripada UAS sendiri. Ulama yang dianugerahi kebersihan hati, kasyaf, sehingga bisa menyaksikan peristiwa-peristiwa yang gaib di mata manusia biasa.

Ketika UAS mengunjungi mereka, ketiga ulama tersebut telah mengetahui maksud UAS, padahal UAS samasekali tidak ada menanyakan atau menyampaikan hajatnya, dan ketiganya menyebutkan nama Prabowo.

2. Menyampaikan amanah.

Seperti yang telah kita ketahui bersama, UAS bisa dikatakan telah keliling Indonesia untuk menyampaikan ceramahnya, dari mulai ujung Aceh hingga ke Sorong. Rata-rata jemaah yang didatanginya mengelukan nama Prabowo, sehingga ia menyimpulkan bahwa ada amanah ummat yang harus disampaikannya kepada Prabowo.

Sampai disini, UAS merasa berkewajiban untuk menyampaikan amanah ummat, amanah ulama-ulama yang didatanginya dan amanah dari dirinya sendiri.

3. Pemimpin pemerintahan atau pihak penguasa (Umara) mendatangi Ulama, Ulama lebih tinggi dari Umara.

Topik ini adalah topik yang sangat penting dalam ilmu fiqih siyasah, telah lama sekali dan sangat banyak dibahas oleh para alim ulama. Pembahasannya sangat panjang.

Dari Abu Hurairah Radiallahuanhu, Rasulullah SAW bersabda, "Siapa tinggal di pedalaman maka perangainya keras, dan siapa sibuk dengan berburu maka akan lalai, serta siapa yang mendatangi pintu-pintu penguasa terkena fitnah, tidak seseorang semakin dekat dengan penguasa maka akan bertambah jauh dari Allah." (Hadis Shahih Riwayat Ahmad dan Baihaqi).

Sebagian (besar) ulama-ulama soleh sangat menghindari mendatangi pihak penguasa dikarenakan hadis tersebut, tentunya ada pengecualian, karena dipaksa oleh keadaan atau untuk menyampaikan hal-hal yang haq, amar ma'ruf dan untuk mencegah suatu kemungkaran.

Berdasarkan hal tersebut, UAS menyampaikan pesan kepada Prabowo bahwa ia tidak menginginkan jabatan apapun dan tidak mau diundang ke istana negara jika memang nanti Allah menakdirkan Prabowo jadi Presiden Indonesia.

4. Sikap atau gestur tubuh UAS dan Prabowo.

UAS, sikapnya lentur, santai saja berhadapan dengan Prabowo. Sikap yang menunjukkan bahwa sosok Prabowo dimatanya tak ada bedanya dengan sosok-sosok biasa lainnya. Padahal Prabowo adalah tokoh yang banyak disegani oleh tokoh-tokoh dan rakyat Indonesia, bahkan juga disegani oleh tokoh-tokoh dari luar negeri.

Bagaimanapun, beliau tetap menunjukkan sikap hormat kepada Prabowo.

Sementara itu, gestur tubuh Prabowo dihadapan UAS memperlihatkan sifat thalib, sifat pembelajar, menunjukkan sikap sosok yang benar-benar sedang membutuhkan nasehat.

Beliau bahkan tidak sanggup menahan jatuhnya air mata. Kedua matanya jadi sembab. Tausiyah, pesan-pesan dan nasehat-nasehat UAS benar-benar membuat hati Prabowo jadi lembut. Ibarat tanah gersang yang disirami oleh segarnya air hujan.

Secara keseluruhan, saya melihat sikap mereka berdua seperti sosok guru yang sedang menasehati muridnya. Sangat jelas terlihat bahwa posisi UAS dalam pertemuan itu lebih tinggi daripada Prabowo.

5. Pentingnya seorang pemimpin yang adil.

UAS menyampaikan kepada Prabowo, bahwa jika ada satu saja doa yang maqbul dari sekian banyak doa, maka mintalah seorang pemimpin yang adil.

Permintaan yang sangat logis, karena seluruh rakyat akan memperoleh ketentraman dan kesejahteraan dibawah kepemimpinan seorang pemimpin yang adil dan bijaksana. Doa yang menghasilkan banyak keberkahan.

Kita sudah menyaksikan bersama, bahwa sikon Jakarta sekarang relatif lebih tenang, lebih tentram dibawah kepemimpinan Anies Baswedan daripada sebelumnya, dan dengan progress pembangunan yang signifikan.

Sungguh saya sangat yakin, bahwa sikon politik, perkembangan dan kemajuan pembangunan Indonesia akan seperti itu juga.

Insyaallah Indonesia akan jauh lebih baik dibawah kepemimpinan Prabowo.

Mari kita sama-sama mengaminkan doa UAS untuk Prabowo, semoga Allah menolong beliau dalam setiap gerak dan langkahnya, menjadikannya sebagai seorang pemimpin yang adil bagi kita, seluruh rakyat Indonesia dibawah Panji Pancasila.

Ctt. Tulisan yang ini, kudedikasikan secara khusus buat Umminya Aisyah 'Aqyla dan Abdurrahman Ahmad Al Faqih, Istriku tercinta...

KONTEN MENARIK LAINNYA
x