Humor Artikel Utama

Debat Foke-Jokowi yang Seru, Tegang dan Mencekam

15 September 2012   05:42 Diperbarui: 25 Juni 2015   00:26 2205 2 6
Debat Foke-Jokowi yang Seru, Tegang dan Mencekam
14316239051906192796


Foke dan Jokowi akhirnya datang juga dalam acara "Mate Lu di Mane!", sebuah acara milik stasiun televisi yang sudah tidak asing lagi, yaitu Katro TV.


Temanya kali ini adalah "Debat Cagub DKI Jakarta yang Seru, Tegang dan Mencekam".


Tanpa banyak membuang waktu, saya -Mbah Mupeang- sebagai host acara ini menyapa tamu-tamu spesialnya yang sudah hadir, yaitu cagub Foke dan Jokowi.


"Met malem, Bang Foke!".


"Met malem juga, Mbah Mupeang yang kepalanya peang!", kata Bang Foke dengan suara yang cukup lantang dan penuh semangat.


"Sehat, Bang?".


"Tentu saja sehat, Mbah!", kemudian Bang Foke memperbaiki tempat duduknya. "Saya sudah mempersiapkan segalanya untuk tampil dalam debat ini".


"Oke deh kalau begitu, Bang Foke. Sekarang saya ingin menyapa Pak Jokowi dulu sebelum kita masuk dalam perdebatan. Selamat malam, Pak Jokowi".


"Selamat malam juga, Mbah Mupeang yang kepalanya peang", sahut Pak Jokowi dengan suara yang kalem dan datar-datar saja.


"Pak Jokowi, jam berapa tadi berangkat dari Solo?. Banyak hambatan selama di perjalanan?. Berapa lama naik delmannya?".


Pak Jokowi ketawa ngakak mendengar pertanyaan saya.


"Ha-ha-ha...bisa aja Mbah Mupeang ini. Mosok saya naik delman dari Solo ke Jakarta untuk mengikuti debat ini?. Naik pesawatlah!".


"He-he-he...becanda, Pak Jokowi. Nemenye juga Mbah Mupeang yang kepalanya peang. Pak Jokowi keliatannya sehat dan sudah siap dengan debat ini ya?".


" O iyaaa...saya sehat dan siap untuk berdebat, Mbah", jawab Pak Jokowi dengan senyum ramah yang menjadi salah satu ciri khasnya.


"Saya rasa sudah cukup basa-basinya. Bang Foke dan Pak Jokowi, kita mulai saja debatnya. Tapi sekali lagi saya ingin bertanya sekadar untuk menegaskan saja. Bang Foke, bener nih sudah siap?".


"Siap!", kata Bang Foke.


"Pak Jokowi, bener nih sudah siap?".


"Siap!", kata Pak Jokowi.


"Baiklah, Bang Foke dan Pak Jokowi. Silakan saja berdebat. Entah ingin bahas masalah APBD, macet, banjir, kesehatan, sekolah, transportasi, MRT, hasil data PPATK, korupsi, preman atau debat bahas manajemen yang baik dan benar untuk mengatasi semua masalah yang ada di DKI Jakarta. Intinya saya memberikan kebebasan sepenuhnya kepada Bang Nara dan Pak Jokowi.


Acara "Mate Lu di Mane!" dimulai dari pukul 20.00 WIB hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Bang Foke dan Pak Jokowi dikasih waktu menjawab satu pertanyaan boleh satu jam, dua jam atau tiga jam, pokoke terserah. Oke Bang Foke dan Pak Jokowi?. Saya tinggal dulu ye. Yuk, semua...daaaaaaaaah".


Saya pun beranjak dari kursi dan turun dari panggung debat yang lumayan tinggi. Sepertinya lampu penerangan di ruang studio masih kurang bagus. Saya harus hati-hati turun dari panggung supaya tidak jatuh.


"Mbah Mbah!", terdengar suara panggilan dari Bang Foke dan Pak Jokowi.


"Ada apa ya, Bang Foke dan Pak Jokowi?".


"Mbah mau ke mana?", tanya Pak Jokowi.


"Pulang ke rumah. Pinggang sudah encok nih. Saya harus banyak istirahat".


"Lho...Mbah Mupeang!. Siapa moderator acara debat ini?!", tanya Bang Foke heran.


Saya turun dari panggung secara perlahan-lahan. "Bang Foke dan Pak Jokowi kan sudah dewasa dan calon pemimpin Jakarta. Buat apa moderator?. Mosok sih karena gak ada moderator, Bang Foke dan Pak Jokowi lupa diri dan berkelahi?. Gak mungkin, toh?. Seandainya pun hal itu terjadi, malah bagus untuk menaikkan peringkat acara "Mate Lu di Mane!".


Gubraaaaak...!.


Tiba-tiba saya terjatuh dari panggung debat disebabkan lampu penerangan di studio Katro TV yang masih kurang bagus cahayanya.


Gubraaaaak...!.


Bersamaan dengan itu saya pun terjatuh dari tempat tidur yang sudah reot.


Oala, semua ini hanya mimpi, toh?!.


*****


sumber gambar: lensaindonesia.com