Mohon tunggu...
Lohmenz Neinjelen
Lohmenz Neinjelen Mohon Tunggu... Bola Itu Bundar, Bukan Peang
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

https://gonjreng.com/

Selanjutnya

Tutup

Politik

Pernyataan Mahfud MD Ini Bisa Bikin Orang Tersenyum

24 Mei 2019   07:51 Diperbarui: 24 Mei 2019   08:17 0 4 2 Mohon Tunggu...
Pernyataan Mahfud MD Ini Bisa Bikin Orang Tersenyum
kaltim.tribunnews.com

Pernyataan Mahfud MD ini bisa membuat sebagian pihak tersenyum simpul. Bukan hanya itu saja, mungkin juga tersipu malu, mesem-mesem, tertawa, dan seterusnya.

Mahfud MD adalah mantan ketua Mahkamah Konstitusi, dan juga profesor di bidang hukum. Masih ada lagi "label" atau "embel-embel" lainnya, tapi semua itu tidak terlalu penting atau bukan sesuatu yang menakjubkan. 

Mengapa? Alasan sederhananya, manusia yang berakal sehat tidak memandang seseorang berdasarkan status, jabatan, pangkat, atau "label" dan "embel-embel" tadi.

Bodo amat dengan segala macam "label" dan "embel-embel" yang ada, karena bukan dari situ seseorang dinilai, dan berlaku bukan hanya untuk Mahfud MD saja, tapi siapapun! Masih belum jelas?

Baiklah, contohnya seperti ini. 

Cukup banyak ditemukan kejadian mareka yang sudah berpendidikan S1, S2, S3, bahkan S cendol, tapi ternyata otaknya atau cara berpikirnya tidak sesuai dengan tingkat pendidikannya tadi. Makdarit (maka dari itu), jika ada sebagian pihak terkagum-kagum dengan "label" atau "embel-embel" seseorang, patut dikasihani.

Seharusnya begini. Gue gak peduli pendidikan lu S1, S2, S3, S cendol, S campur, dan seterusnya, yang gue nilai adalah otak lu. Gue gak peduli lu punya banyak bintang, mulai dari pundak, turun ke punggung hingga ke pan*at sekalipun, yang gue nilai adalah omongan lu yang berasal dari otak itu, "berisi" atau tidak.

Sepertinya sudah jelas sekarang. Kembali bahas pernyataan Mahfud MD yang bisa membuat sebagian pihak tersenyum. Sebelumnya pun ada pernyataannya yang bisa menuai beragam tanggapan di sini.

Menurut Mahfud MD, ada pihak yang harus bertanggung jawab atas aksi 22 Mei yang berlangsung rusuh itu. Bukan BPN Prabowo-Sandi, kerusuhan itu tidak lagi berkait dengan politik karena sudah disalurkan lewat hukum.

"Paslon 02 Pak Prabowo Subianto dan tim BPN-nya sudah menyatakan akan melakukan penyelesaian melalui hukum dan konstitusi yaitu menggugat ke Mahkamah Konstitusi," katanya di sini.

Ia pun mengatakan orang yang berada di kerusuhan itu merupakan tanggung jawab pribadi masing-masing.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2