Analisis

Kubu Prabowo-Sandi Mainkan Taktik Apa Sih?

14 Januari 2019   18:06 Diperbarui: 14 Januari 2019   19:55 337 3 1
Kubu Prabowo-Sandi Mainkan Taktik Apa Sih?
Sumber gambar: kompas.com

Kubu Prabowo-Sandi mengatakan salah satu poin pidato 'Indonesia Menang' yang akan disampaikan oleh Prabowo adalah menyatakan mundur jika potensi kecurangan tak bisa dihindari. Hal ini dibocorkan oleh Ketua BPN Prabowo-Sandi, Djoko Santoso di sini.

Sandi pun membenarkan hal itu, lalu ngoceh atau keluar pernyataannya yang standar, seperti Pemilu harus jujurlah, adillah, penyelenggaranya pun harus netral, intinya pernyataan yang standar atau normatif.

Pernyataan yang standar atau normatif memang cenderung tidak sulit untuk diucapkan. Kalau menurut orang cerdas, pernyataan standar atau normatif itu "nenek-nenek juga bisa" melakukannya, bahkan "anak kecil juga bisa".

Bukankah ada UU Nomor 7 tahun 2017 pasal 236, dan sanksinya pada pasal 552 untuk capres dan cawapres yang mengundurkan diri? 

Menurut Djoko Santoso, ia dan Prabowo tidak takut dipidana. 

"18 Tahun kita masuk Akademi Militer. Kok hanya dipidana, nyawa kita diserahkan," ujarnya.

Ha-ha-ha...ketawa ngakak guling-guling di ubin. 

Kalau bicara kemungkinan, maka bukan hanya ada kemungkinan pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin yang "Ha-ha-ha...ketawa ngakak guling-guling di ubin" tadi, begitu juga kemungkinan ada pendukung Prabowo-Sandi seperti itu, tapi sambil tersipu malu. 

Mereka semua secara serempak ada kemungkinan juga akan mengatakan, "Lebay, lebay, oh lebaaaaaaay...".

Seperti halnya pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin, pendukung Prabowo-Sandi pun ada yang berlatar belakang pendidikan S1, S2, S3, bahkan S cendol sekalipun. Tapi semua itu tidak menutup kemungkinan mereka bisa tertawa terbahak-bahak hingga guling-guling di ubin.

Pernyataan Kubu Prabowo-Sandi tentang kemungkinan mundur tadi, oleh sebagian pihak kembali ada kemungkinan ditanggapi seperti ini:

Pertama, alasan kalah sudah disiapkan jauh-jauh hari oleh kubu Prabowo-Sandi. Memang cukup banyak pengamat politik yang mengatakan Prabowo-Sandi pasti kalah, juga hasil-hasil survei yang ada selama ini menunjukkan elektabilitas Prabowo-Sandi tidak pernah menang, atau elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin selalu menang.

Kedua, kubu Prabowo-Sandi sedang memainkan "taktik caper". Hadeuuuh..."taktik caper (cari perhatian)" hal yang biasa dilakukan oleh politikus, entah latar belakang pendidikannya S1, S2, S3, bahkan S cendol.

Cukup dua saja, sesuai program KB.

Lebay, lebay, oh lebaaaaay...


Wawancara Eksklusif dengan Ole Gunnar Solskjaer