Mohon tunggu...
Aji Cahyono
Aji Cahyono Mohon Tunggu... Eastern and Western Philosopher, Politician Studies, and Educater.

Saya di lahirkan dari cinta, oleh cinta, dan untuk cinta

Selanjutnya

Tutup

Hobi

Merawat Kebhinekaan dengan Eksplorasi Nusantara: Edisi Gunung Sumbing-Wonosobo

26 Agustus 2020   15:40 Diperbarui: 26 Agustus 2020   15:33 9 3 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Merawat Kebhinekaan dengan Eksplorasi Nusantara: Edisi Gunung Sumbing-Wonosobo
Gambar 1 : Peta Kabupaten Wonosobo Sumber : http://toko-carica.blogspot.com

Secara geografis, Kabupaten Wonosobo berjarak 120 KM  dari Kota Semarang dan 520 dari ibukota Jakarta. Kabupaten Wonosobo yang merupakan salah satu kategori dataran tinggi yang rentan 250 dpl -- 2.250 dpl dengan dominasi 500 dpl -- 1000 dpl sekitar 50%. Dan posisi Kabupaten Wonosobo berada di tengah -- tengah pulau Jawa dan berada di jalur pantai utara dan pantai selatan. Secara administratif sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Banjanegara, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Batang. Sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Magelang. Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Kebumen, dan sebelah barat berbatasan degan kabupaten Purworejo dan Kabupaten Kebumen. Dan luas wilayah Kabupaten Wonosobo memiliki luas 984,68 km2 atau 3,03% dari luas Provinsi Jawa Tengah dengan komposisis tata guna lahan terdiri dari tanah sawah mencakup 18,696,68 ha (18,99 %), tanah kering seluas 55.140,80 ha (55,99 %), hutan Negara seluas 18.909,72 ha (19,20%), perkebunan Negara/swasta seluas 2.764,51 ha (2,80%) dan lainnya seluas 2.968.07 ha (3,01%).

Kabupaten Wonosobo awal mula pertama kali saya mencoba eksplorasi bumi nusantara yang begitu indah nan eksotis. Salah satu tujuan utama agenda utama adalah tadabbur alam atau pola gerakan -- gerakan penyadaran faham Nasionalisme Indonesia dengan menjaga alam dan merawat nusantara yang sangat indah. Dalam hal ini menurut saya kepada kaum nasionalis Indonesia atau masyarakat Indonesia rajin -- rajinnya untuk meng eksplorasi bumi Indonesia dengan segala keberagamannya dan kesadaran rasa akan menjaga alamnya. Karena pada dasarnya jikalau manusia mampu menjaga alam yang masih asri, maka manusia dapat merawat akal fikirnya, akal perbuatannya, dan bahkan alam perkataannya. Sehingga nuansa -- nuansa permusuhan akan ter -- elakkan atau dapat di hindari dengan menjahit kembali marwah perjuangan kaum nasionalis yang pada mula di gaungkan oleh para pendiri bangsa atau yang di kenal sebagai "Pahlawan Nasional Indonesia".

Rencana awal mula hanya sekedar iseng -- iseng dengan beberapa kawan -- kawan yang mempunyai hobby "Hiking" sekaligus eksplorasi di tempat yang belum di kunjungi yaitu Gunung Sumbing yang mempunyai ketinggian 3.371 MDPL. gunung tertinggi ketiga di Pulau Jawa setelah Gunung Semeru dan Gunung Slamet. Gunung ini secara administratif terletak di tiga wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Magelang; Kabupaten Temanggung; dan Kabupaten Wonosobo. Bersama dengan Gunung Sindoro, Gunung Sumbing membentuk bentang alam gunung kembar, seperti Gunung Merapi dan Gunung Merbabu, apabila dilihat dari arah Temanggung. Celah antara gunung ini dan Gunung Sindoro dilalui oleh jalan provinsi yang menghubungkan kota Temanggung dan kota Wonosobo. Jalan ini biasa dijuluki sebagai "Kledung Pass".

Gambar 2 : Gunung Sumbing https://www.superadventure.co.id
Gambar 2 : Gunung Sumbing https://www.superadventure.co.id

Saya beserta rombongan (Cipto, Febri, dan Infant) yang berjumlah 4 orang berangkat dari Jawa Timur, tepatnya pada tanggal 14 Agustus 2020 di perbatasan antara Lamongan dan Bojonegoro dengan membawa bekal yang secukupnya dan persiapan yang seadanya. Keberangkatan untuk menuju ke Wonosobo membutuhkan estimasi waktu kurang lebih 12 jam untuk menuju ke lokasi yang akan di tuju jam 4 subuh dari Lamongan sampai dengan jam 5 sore mencapai di bumi Wonosobo asri. Estimasi waktu yang cukup lama dan panjang karena pada saat itu para rombongan menggunakan motor dan kondisi fisik tubuh rombongan di kala itu di kategorikan "kurang fit". Bekal keuangan yang pas -- pas an menjadi suatu tekad bagi kawan rombongan untuk menjelajahi. Hal ini menjadi suatu tantangan bagi para pendaki jikalau ketika ingin mendaki ke lokasi dengan jarak tempuh yang jauh dengan alamat rumah atau persinggahan.

Perjalanan dari Lamongan menuju Wonosobo menjadi tantangan bagi saya untuk mengeksplorasi perjalanan sekaligus menikmati bumi "Prasetya Ulah Shakti Bakti Praja" di Jawa Tengah yang masuk dalam kategori asri. Kemudian perjalanan sedikit ekstrim ketika sudah memasuki jalan raya yang hutannya semakin lebat. Lebih tepatnya di perbatasan Kabupaten Bojonegoro -- Kabupaten Ngawi, Kabupaten Ngawi -- Kabupaten Sragen, Sragen -- Purwodadi -- Boyolali, Salatiga -- Kabupaten Semarang -- Magelang -- Temanggung. Ketika melewati Kabupaten Ngawi -- Kabupaten Sragen, khususnya lebih tepatnya sudah memasuki Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Saya beserta rombongan hampir saja di tabrak oleh pengemudi truk yang ugal -- ugalan dan memang kondisi pengemudi di saat itu mendem atau mabuk. Sehingga kami memutuskan untuk ngebut dan konsekuensinya adalah ketilang oleh pihak polantas Kabupaten Sragen. Namun alhamdulillah kita mencoba melakukan dialog humanity dan harmonisasi, dan akhirnya dari pihak berwajib memberikan sedikit toleransi dari hasil dialog antara saya dan pihak kepolisian.

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan dan tiba di masjid kabupaten semarang. Saya melihat sektor agraria yang masih ada dan juga asri, bahkan masif. Dan di situ saya mencoba berdialog dengan warga sekitar mengenai potensi wilayah yang di hasilkan atau pekerjaan sehari -- hari beliau lebih mengedepankan pada sektor agricultur dan agribisnis dalam mewujudkan sektor ketahanan pangan. Dan kultur yang di bangun adalah mengedepankan prinsip gotong royong yang di lakukan oleh masyarakat tersebut. Khususnya di masjid sekitar yang menyediakan bahan pangan secara gratis dan dapat di manfaatkan oleh masyarakat sekitar, khususnya saya beserta rombongan bisa memanfaatkan fenomena tersebut sebagai bahan kebutuhan eksplorasi selanjutnya sekaligus rehat di tempat.

Kemudian saya beserta rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju ke lokasi eksplorasi "Tadabbur alam" untuk mengkaji keindahan Nusantara. Namun dalam perjalanan tersebut sempat terhenti di Kledung, karena kondisi saat itu hujan dan potensi perbatasan tersebut menanjak dan macet, sehingga memutuskan untuk berhenti dan berteduh di tempat. Lalu akhirnya saya tiba di lokasi tepat pukul 5 sore di lereng Gunung Sumbing di Dusun Garung, Desa Butuh Kecamatan Kalijajar Kabupaten Wonosobo. Dan saya melakukan check -- in and registration dan saya beserta rombongan istirahat untuk pemulihan tenaga kembali di base camp pertama.

Gambar 3 : Foto di depan Base Camp Gunung Sumbing
Gambar 3 : Foto di depan Base Camp Gunung Sumbing

Lalu kemudian hari melanjutkan kembali persiapan dengan matang dan sekaligus beristirahat di camp pertama lereng gunung sumbing dekat jalan raya akses Kabupaten Temanggung -- Kabupaten Wonosobo sambil menikmati dinginnya suasana yang sejuk dan dingin. Ketika bangun pagi, saya beserta rombongan melanjutkan untuk melakukan registrasi beserta rombongan untuk mengecek kembali peralatan dan bahan yang akan di lakukan selama pendakian. Pukul 10 pagi saya di antar dengan menggunakan jasa ojek untuk menuju pos mula pendakian dengan membutuhkan waktu 15 menit. Sedangkan jikalau tidak menggunakan jasa ojek, maka bisa jadi menggunakan waktu kurang lebih 1,5 jam -- 2 jam. Kemudian saya beserta rombongan melanjutkan kembali dalam perjalanan menuju ke pos 2 dengan jarak tempuh waktu 3 jam sekaligus rehat sejenak. Kemudian saya beserta rombongan kembali ke pos 3, namun ada suatu kendala dalam perjalanan kami ketika pada saat perjalanan di landa hujan yang begitu lebat. Dan konsekuensi saya beserta rombongan menggunakan jas hujan, namun dalam penggunaan jas hujan di rasa masih belum maksimal. Dan akibatnya seluruh isi yang ada di tas menjadi basah semua.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x