Mohon tunggu...
Aji Cahyono
Aji Cahyono Mohon Tunggu... Jurnalis - Islamic Education, Politic International Relationship, Middle East Region, Philosopher

Saya di lahirkan dari cinta, oleh cinta, dan untuk cinta

Selanjutnya

Tutup

Nature Pilihan

Perjalanan Pemuda dalam Menghadapi Situasi dan Kondisi kehidupan

26 Januari 2019   19:21 Diperbarui: 27 Januari 2019   00:47 49
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Nature. Sumber ilustrasi: Unsplash

Di awal tahun 2019, dimana tahun yang abu-abu dan tahun yang kehidupannya keras dan berbahaya (vivere pericoloso) salah satu pemuda yang berstatus  mahasiswa didalam kehidupan dengan berbagai macam problem yang harus di lalui oleh pemuda ini. 

Dimana didalam dinamika yang di laluinya seperti halnya badai yang menerpanya sehingga apa yang di hadapinya selalu siap dan siaga dalam menghadapinya. Dengan sepucuk rasa yang dideritanya sehingga dengan maksud dan tujuan penulis dengan sengaja menuangkan gagasan dan ide seorang pemuda didalam problematika yang dihadapinya.

Dalam realitas yang dihadapi seorang pemuda ditinjau dari segi histories, pemuda yang berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya untuk berkuliah disaat diterpang problem yang dihadapinya. Hingga apapun yang di lakukan oleh seorang pemuda di kerjakannya dikala mengisi waktu luang pasca SMA. 

Sehingga apa yang dikerjakan mendapatkan nilai manfaat dari suatu kehidupan yang dialami oleh seorang pemuda yaitu : 1) lebih syukur dengan apa yang diberikan oleh Tuhan-Nya, karena semata-mata duniawi hanyalah suatu titipan belaka. 2) menjadi orang sukses adalah dengan berfikir dan berjuang sehingga apa yang di kerjakan akan tercapai. 3) niat ikhlas dengan apa yang dikerjakan dan tawadhu terhadap orang tua. 

Dengan berbagai cara apapun, seorang pemuda dengan usahanya hanyalah hampa dengan apa yang di kerjakannya sehingga salah satu jalan terakhir ketika ada pengumuman dari panitia pelaksana masuk perguruan tinggi dan diterima di salah satu kampus yang berada di surabaya.

Dengan lamban laun ketika sudah memulai perkuliahan berlangsung, ada selembaran kertas yang bergambar "berkepala banteng yang menekuk kekiri" dan "sosok panutan jawa timur 2 periode & pakde karwo" sehingga memutuskan seorang pemuda untuk bergabung sesuai dengan prosedur yang terdapat diselembaran kertas bergambar banteng sebagai lambang guyub rukun dan perjuangan tiada henti sebelum musnah.

Lamban laun seorang pemuda dengan pikiran kosong (mudah di agitasi dan propaganda), semakin memantapkan berproses di organisasi tersebut disaat problem yang terjadi didalam kelompok kecil di pelosok desa dengan legalitas agama dan hukum adat.

Maka dari itu seorang pemuda dengan sadar akan kerasnya dalam kehidupan di millenial ini, dengan nilai tanggung jawab yang di bebankan oleh seorang pemuda baik tanggung jawab di kelompok kecil dengan legalitas agama dan hukum adat di pelosok dan di tengah2 kota perantauan. Apapun yang di hadapinya harus dilalui dan dijangkau.

Seperti halnya didalam karya "Hukum dan Globalisasi (Economic Analysis of Law) karya M. Ali Shodikin M.H, salah satu lulusan sarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA), Magister Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (UNTAG Surabaya), dan sekarang menjalani program doktoral ilmu hukum Universitas Sebelas Maret (UNS):

"Didalam bidang ekonomi, globalisasi dipandang suatu bentuk perluasan kapitalisme barat, menuurut Henry Jisingger bahwa globalisasi asalah nama laun dari  dominasi Amerika Serikat, yang sekarang saat ini menyebar di kalangan bangsa Indonesia dengan kapitalisme baru yang semakin marak di Indonesia, wacana globalisasi di kemas dengan sesua dengan perkembangan zaman".

Salah satu statement tersebut menggambarkan seorang pemuda dengan sadar akan bahayanya negeri ini disangkut juga penderitaan yang diderita oleh pemuda dengan beban yang begitu banyak. Akan tetapi selagi ada kepercayaan terhadap dirinya, Tuhan, bangsa dan semangat progresif - revolusioner yang diamanatkan oleh mbah juned (salah satu ketua umum dpc GmnI Surabaya pertama di Tahun 1965). 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun