Mohon tunggu...
Aji NajiullahThaib
Aji NajiullahThaib Mohon Tunggu... Freelancer - Pekerja Seni

Hanya seorang kakek yang hobi menulis

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Monumen Gung Sitimang dan Keris Siginjai Sebuah Gagasan

19 Februari 2022   07:37 Diperbarui: 19 Februari 2022   12:44 1286
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Gagasan Monumen Gung Sitimang dan Keris Siginjai ini sudah ada sejak saya masuk ke Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Gagasan ini terinspirasi dari logo Provinsi dan Kota Jambi, yang mana dalam logo tersebut tervisual Gung Sitimang dan Keris Siginjai yang menjadi simbol Pusaka yang tak terpisahkan dari sejarah kepahlawanan Jambi.

Foto: doc. Pemprov dan Pemkot Jambi
Foto: doc. Pemprov dan Pemkot Jambi

Konsep monumen inilah yang saya visualkan saat saya test masuk IKJ di tahun 1980. Pada tahun 1990, saya mendapat peluang untuk mewujudkan gagasan ini, di mana saat itu saya dihadapkan dengan Walikota Jambi, Bapak Sabki Abdullah. Saya kemukakan bahwa perlunya membuat sebuah area rekreasi yang terintegrasi dengan Pasar Seni dan Kerajinan Masyarakat.

Konsep itu untuk menjawab kebutuhan beliau mengisi Area bekas Pasar Angso Duo. Sayangnya gagasan ini tidak sampai terwujud, atas dasar berbagai kendala yang dihadapi Pemkot Jambi saat itu. 

Namun gagasan ini tidak pernah hilang dari benak saya. Setelah rentang jarak sekian puluh tahun, gagasan ini kembali saya bangkitkan dan dikembangkan secara visual.

Memang tidak mudah mewujudkan sebuah gagasan yang besar, tapi bagi saya itu bukanlah persoalan. Sebagai salah satu putra daerah Jambi, saya berkewajiban memberikan sumbangsih Pemikiran, dan itu adalah wujud dari kecintaan saya terhadap tanah kelahiran saya. Memang kalau mewujudkan gagasan ini dengan mengandalkan APBD sangatlah mustahil, tapi itu bukanlah jalan satu-satunya.

Gagasan Monumen ini merupakan Obsesi saya terhadap pentingnya sebuah Ikon Kota sebagai ciri dari Propinsi Jambi yang monumental, yang mudah diingat dan menjadi kebanggaan masyarakat Jambi selain dari Gentala Arasy. Di mana di area monumen ini juga tersedia tempat rekreasi, baik berbagai permainan, wisata kuliner, juga Pasar Seni dan Kerajinan masyarakat Jambi.

Foto: doc. Pribadi
Foto: doc. Pribadi

Semua itu terintegrasi dalam satu kawasan yang akan dikunjungi masyarakat melalui satu pintu gerbang. Minimnya tempat rekreasi masyarakat Jambi saat ini, akan terjawab dengan keberadaan kawasan Monumen Gung Sitimang dan Keris Siginjai ini. Inilah salah satu pentingnya keberadaan dan perwujudan gagasan ini.

Dalam tulisan ini juga dilampiri dengan berbagai foto dan video yang memvisualkan kawasan Monumen Gung Sitimang dan Keris Siginjai. Secara visual dapat dilihat dan dicermati detai-detail fisik dari apa yang masuk dalam kawasan yang terintegrasi tersebut.

Sebagai sebuah konsep bisa jadi belumlah terbilang sempurna, namun setidaknya konsep ini bisa menjadi pijakan untuk membuat sesuatu yang monumental sebagai Ikon Provinsi Jambi. 

Sebuah daerah yang sedang berkembang tentunya pembangunan secara fisik tidaklah bisa hanya sekadar diada-adakan, haruslah terencana segala peruntukannya, demi mewujudkan sebuah Provinsi yang mengikuti perkembangan zaman.

Sarana dan prasarana rekreasi adalah bagian dari kebutuhan masyarakat yang akan menjadi kebanggaan, yang akan dikenal bukan hanya oleh masyarakat Jambi, tapi juga menjadi daya tarik wisata bagi masyarakat luar Provinsi Jambi yang berada diwilayah yang berdekatan dengan Provinsi Jambi. Apalagi saat ini akses transportasi antar Provinsi kedepan semakin terbuka.

Tanggung jawab saya hanya sebagai penggagas, terwujud atau tidaknya gagasan ini tergantung pada kebijakan para pemangku kewenangan. Kapan bisa diwujudkan? Bagi saya juga bukanlah suatu yang penting. Sebagai masyarakat dan putra daerah Jambi saya berkewajiban memiliki perhatian terhadap daerah yang saya cintai.

Makna dan Filosofi Gung Sitimang dan Keris Siginjai

Dinukilkan dari sejarah, diriwayatkan sewaktu Orang Kayo Hitam menebas untuk menerangi Tanah Pilih, ditemukan sebuah Gong yang diberi nama Sitimang, yang kemudian benda tersebut menjadi barang Pusaka Kerajaan Jambi, konon sekarang disimpan di Museum Negeri Jambi.

Begitu juga dengan Keris Siginjai, yang merupakan lambang kebesaran serta kepahlawanan Raja dan Sultan Jambi, karena barang siapa yang memiliki keris tersebut dialah yang diakui sebagai penguasa untuk memerintah Kerajaan Jambi.

Jadi memang Gung Sitimang dan Keris Siginjai adalah dua hal yang tak terpisahkan dari sejarah Kerajaan Jambi. Secara filosofisnya Gung Sitimang dan Keris Siginjai adalah perlambang keagungan dari para leluhur masyarakat Jambi, yang senantiasa perlu dikenang oleh masyarakat Jambi. Dan monumen inilah yang menjadi Ikon sejarah yang monumental bagi Provinsi Jambi.

Video: doc. pribadi di YouTube

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun