Mohon tunggu...
Aji NajiullahThaib
Aji NajiullahThaib Mohon Tunggu... Freelancer - Pekerja Seni

Hanya seorang kakek yang hobi menulis

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Semoga Tidak Muncul Cluster McD Sarinah Nantinya

11 Mei 2020   16:11 Diperbarui: 11 Mei 2020   16:50 156
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Memang terasa agak janggal ya acara penutupan McDonald Sarinah, ditengah pandemi corona, dan masih dalam kondisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), tiba-tiba muncul kerumunan massa di depan McD Sarinah.

Segitu pentingkah seremonial penutupan McDonald Sarinah? Sehingga kita harus melanggar komitmen bersama untuk tetap stay home, dan physical distancing. Kok bisa acara seperti itu diberikan izin, sementara sholat berjamaah di mesjid saja masih dilarang.

Inkonsistensi terhadap aturan yang dibuat sendiri bukan baru kali ini saja terjadi. Bikin aturan yang tidak membolehkan kerumunan, namun kadang kala yang buat aturan sendiri malah ikutw melanggarnya.

Acara penutupan McDonald Sarinah ini, cukup menuai respon dari para nettizen. Hampir rerata mereka memprotes adanya kerumunan massa ditengah pandemi corona, seperti yang terjadi di depan McD Sarinah Thamrin.

Salah satu akun Twitter @trotoarian yang mempertanyakan perihal acara tersebut, seperti cuitannya dibawah ini:

Semoga tidak muncul cluster McD Sarinah ya? PSBB cuma garang di kertas, tapi loyo saat dipelaksanaan? Kok bisa ada perkumpulan massa segini banyak tapi tidak dibubarkan?
#PSBB #pandemiviruscorona

Tangkapan layar dari akun @trotiarian
Tangkapan layar dari akun @trotiarian

Ada juga nettizen yang protes keras karena sebagai masyarakat sudah ikut berkorban untuk mematuhi aturan, namun ternyata ada yang melanggarnya begitu saja, seperti cuitannya akun @Lolilovitaa,

Kenapasih mereka, gue bela belain wfh, potong gaji, yakin gada thr, mungkin diluar sana udah ada yg phk gegara covid, ga ke emol, belanja bulanan udah kaya jihad bawaannya buru buru.

Dan mereka begini? Demi mekdi pertama diindonesia? Mau ngeborong mekdi apa mau poto doang? F.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun