Mohon tunggu...
Aji NajiullahThaib
Aji NajiullahThaib Mohon Tunggu... Pekerja Seni

Hanya seorang kakek yang hobi menulis

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Melewati 2 Masa Krisis dengan Aman

16 April 2020   09:19 Diperbarui: 16 April 2020   10:10 73 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Melewati 2 Masa Krisis dengan Aman
Foto: Okezone.com

Pada saat krisis tahun 1998 saya bekerja di sebuah Production House khusus memproduksi iklan, sebagai art director in house. Tidak ada produksi saat itu, karena dollar naik diluar ekspektasi semua pengusaha, sehingga produksi iklan terhentinya, begitu juga produksi film dan sinetron.

Tidak ada yang bisa dikerjakan dikantor, cuma sekadar datang dan absen. Produser saya pun menyibukkan diri dengan organisasi Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI), yang kebetulan saat itu mau kongres. Saya pun diajak produser membantu kegiatannya di PPFI. Dari sinilah akhirnya saya ketemu Adisoerya Abdi, Firman Bintang, Harry Capri.

Keterlibatan saya di organisasi sebatas kepentingan kongres, saya mengikuti aktivitas ini untuk sekadar mengisi waktu. Saya ikut menata ruangan untuk kongres, semua saya lakukan atas nama pergaulan, tanpa berpikir untuk menambah penghasilan.

Sampailah saatnya Kongres dilaksanakan, dan Adisoerya Abdi terpilih sebagai ketua, dan Firman Bintang sebagai Sekjen. Dengan dua orang ini akhirnya saya kenal baik dan dekat. Sering saya hadir dikantor PPFI untuk sekadar bertandang.

Dari sering ketemu dengan Adisoerya Abdi, akhirnya muncul ide, bahwa Meriem Bellina akan memproduksi Bellina's Brownies, dan saya diminta untuk merancang packaging brownies-nya. Tidak cuma sampai disitu, akhirnya saya juga ikut menata counter Bellina's brownies yang ada di Pasar Festival Rasuna Said.

Saya tidak digaji dalam pekerjaan ini, kompensasinya Dus Brownies, kantong kresek brownies saya yang produksi. Semakin banyak Brownies yang terjual, maka semakin banyak pula produksi dus dan kantong brownies. Tambahan pekerjaan lainnya, saya memasarkan brownies tersebut, dan merancang, memproduksi gerobak untuk both display di mall.

Sehingga untuk di Jakarta, Bellina's Brownies mempunyai beberaa oulet. Saya terlibat mengawasi penjualan, dan ikut membantu meningkatkan penjualan. Semakin banyak brownies yang terjual, maka semakin bertambah income saya dari produksi dus dan kantong brownies.

Dari situlah saya bisa melewatkan masa krisis 1998, saat produksi iklan, film dan sinetron terhenti sama sekali. Dengan kesibukan baru, akhirnya saya mengundurkan diri dari PH Iklan tempat saya bekerja, kurang lebih selama 4 tahun. Sehingga banyak teman-teman crew film, yang sering mampir di pasar festival, ketemu saya sedang sibuk jualan Brownies.

Aktivitas dagang brownies ini cuma bisa saya jalankan selama satu tahun, setelah Bellina's Brownies ekspansi sampai ke Surabaya. Setelah itu semua kendali pengelolaaan Bellina's Brownies diambil alih oleh Adik Meriem Bellina. Dan saya ikut Adisoerya Abdi mengelola PH-nya yang mau Produksi film saat itu.

Sampailah pada tahun 2000, saya kembali terjun ke industri sinetron, bekerja dibeberapa PH, tahun 2002 akhirnya saya diajak teman-teman saya, seorang asisten sutradara, Widi Wijaya dan Emil G Hamp (Sutradara) ke Rapi Film, dari situlah awalnya saya mulai serius terjun ke dunia industri sinetron. 4 tahun di Rapi Film, saya pindah ke Sinemart, juga diajak oleh Widi Wijaya, sampai tahun 2014, saya keluar dari Sinemart.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x