Mohon tunggu...
Aisya Nur Fadilah
Aisya Nur Fadilah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Prodi S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat/ Universitas Negeri Malang

public health student

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Siap Berpartisipasi Terapkan Poin 3 SDGs Desa

30 November 2022   21:10 Diperbarui: 30 November 2022   21:14 333
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Seluruh isu kesehatan dalam SDGs diintegrasikan dalam satu tujuan yakni poin SDGs poin tiga yang berbunyi “menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang di segala usia.”

Sebagai bentuk realisasi dari poin tiga SDGs, Desa Belung melakukan beberapa agenda kesehatan yang ditujukan untuk menunjang kesehatan masyarakat desa. Kegiatan tersebut meliputi: 1). Posyandu; 2). Pelaksanaan program pendekatan keluarga sehat; 3). Survei perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Mengutip dari Departemen Kesehatan RI 2012, Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat, guna memberdayakan dan memberikan kemudahan pada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar.

Mahasiswa KKN UM turut andil dalam pelaksanaan posyandu selama masa kerjanya. Terdapat tiga fokus posyandu di desa Belung, yaitu: 1). Posyandu ibu hamil; 2). Posyandu balita; 3). Posyandu lansia.

Dokpri
Dokpri

Posyandu ibu hamil dilakukan dengan pengukuran berat badan ibu, pengukuran lingkar lengan atas ibu. Hasil dari pengukuran tersebut akan dicatat oleh petugas kader yang bertugas dalam buku KMS (Kartu Menuju Sehat). Ibu hamil akan mendapatkan penyuluhan dan konsultasi kesehatan langsung dengan ibu Zunita, dan bidan desa tersebut akan memberikan suplemen tambahan sesuai dengan kebutuhan masing-masing ibu hamil.

Posyandu balita dilakukan dengan pengukuran berat badan bayi/ balita, serta pengukuran tinggi badan bayi/ balita. Selain itu, bayi/ balita akan mendapatkan imunisasi sesuai dengan usia dari bayi/ balita, bayi/ balita juga akan mendapatkan obat cacing setiap enam bulan sekali. Ibu dari balita akan mendapatkan konsultasi dengan ibu bidan mengenai tumbuh kembang dan kesehatan anak mereka.

Dokpri
Dokpri

Posyandu lansia dilakukan dengan pengukuran berat badan, dan pengukuran tekanan darah masing-masing lansia yang datang. Ibu bidan akan memberikan suplemen tambahan maupun obat sesuai dengan kebutuhan tiap lansia.

Pelaksanaan pendekatan keluarga sehat adalah salah satu cara Puskesmas untuk meningkatkan jangkauan sasaran dan mendekatkan/ akses pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya dengan mendatangi keluarga. Dalam pelaksanaan Pendekatan Keluarga Sehat telah disepakati adanya 12 indikator utama untuk penanda status kesehatan sebuah keluarga. Indikator tersebut meliputi:

  • Keluarga mengikuti program Keluarga Berencana (KB)
  • Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan
  • Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap
  • Bayi mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif
  • Balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan
  • Penderita Tuberkulosis paru mendapatkan  pengobatan sesuai standar
  • Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur
  • Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantarkan
  • Anggota keluarga tidak ada yang merokok
  • Keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
  • Keluarga mempunyai akses sarana air bersih
  • Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat

Mahasiswa KKN UM dalam pelaksanaan pendekatan keluarga sehat turut membantu penguploadan data secara online dalam aplikasi keluarga sehat jatim.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun