Mohon tunggu...
Galeri Cerita Ani Wijaya
Galeri Cerita Ani Wijaya Mohon Tunggu... Penulis - The taste of arts and write

Kisah cinta umpama sebuah buku. Kau tetap akan membaca selembar demi selembar meskipun telah tahu akhir ceritanya.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Bersemi Cinta di Musim Gugur

19 Februari 2016   15:06 Diperbarui: 19 Februari 2016   15:27 207
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

“Besok tunggu aku di Niagara Boulevard. Aku akan membawa buku harian daun mapleku, malam ini aku akan menuliskan kisah manis milikku” janji Berry.

“Baiklah, Berry. Aku akan menunggu,” Elm memberikan senyum termanis, berharap Berry juga akan memberikan jawaban paling manis.

***

Musim gugur kembali menghampiri. Diawali gradasi warna merah kecoklatan daun-daun.

Berry lebih memilih untuk mengurung diri. Baginya musim gugur mengingatkan pada kejadian tragis. Beberapa tahun lalu, saat bunga-bunga cinta bersemi di hati Berry.

Ia menyampirkan tas rajut buatan nenek, terselip sebuah buku harian indah di dalam. Terbuat dari daun-daun maple kering, yang ia kumpulkan selama musim gugur. Berry mengayuh sepeda dengan kencang. Dari arah berlawanan. Melesat sebuah mobil yang tak terkendali.

Saat itu waktu seakan terhenti, Berry tak mampu mengingat apa yang terjadi. Hingga saat membuka mata, tiba-tiba saja ia berada di ruang operasi. Tulang kering di kakinya pecah, sebuah pen kini terpasang disana.

Dan Berry, kini harus dibantu  dua buah elbow crutch, untuk berjalan. Tak pernah memiliki keberanian untuk menemui Elm. Enggan, ia yang kini cacat, menjadi beban bagi Elm. Dengan segenap jiwa, ia merelakan pria itu untuk berbahagia bersama perempuan ‘sempurna’.

Akhir dari kisah manis. Menorehkan duka cerita cinta pertamanya. Yang ikut luruh bersama meranggasnya daun-daun maple, saat musim gugur. Di sepanjang Niagara Parkway.

***

Hari itu, Elm begitu bahagia. Dengan penuh keyakinan, bahwa Berry akan menerimanya. Ia mempersiapkan sebentuk cincin berlian manis, untuk melamar Berry.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun