Aisha Anandita
Aisha Anandita

Profilnya gak bisa diganti skskksksksks

Selanjutnya

Tutup

Novel Pilihan

Ridiculous Story of 6A #2

14 Mei 2019   11:37 Diperbarui: 14 Mei 2019   12:03 11 0 1

Mereka semua masuk ke kamar lalu tidur. Hotelnya terdapat 2 kasur kecil yang empuk, mahal, bantal yang besar, kempes, nyaman, mahal, meja untuk melakukan sesuatu, dilengkapi kursi beroda yang mahal. Jumlah TV canggih ada 2. Sofa seperti kasur, empuk, nyaman, mahal. Kamar mandi berukuran 5x6 meter. Toilet yang modern, shower yang besar, terdapat air dingin dan hangat, beserta bak mandi mewah. Semuanya serba mahal!

Fit memasuki kamar hotel bersama Wawa, melihat cermin besar, bisa melihat kepala sampai kaki. Fit langsung menaruh tas sembarangan diatas sofa dan lari ke cermin itu. Wawa merasa lapar, terus ingin memasak sesuatu. Fit suka membantu tapi setiap 15-30  melihat ke cermin, apakah kerudungku rapih? Apakah bedak ku luntur? Muka ku seperti apa? Fit hendak memotong bawang, dia menangis, meliat cermin, "AHHHH WAWA BEDAK KU LUNTUR!!! TOLONG!" Teriak Fit. Wawa mengeluh lalu memotong bawang yang dipotong fit tadi tampa menangis. Saat itu Fit sedang membenarkan wajahnya di cermin besar.                                                                                                                                                                                                                                                            Dan akhirnya Wawa memasak sendiri.

 Saat Aup masuk kedalam kamar, ia sangat senang, sangat gembira, sangat bahagia, bisa tidur di kamar super mewah. Tapi muka dia sangat datar, seperti biasa saja, tidak apa-apa. Shas yang sekamar dengannya merasa aneh melihat muka polos-datar itu.

Dhan dan Nala tentu saja sekamar. Mereka langsung menaruh tas di sofa, lalu Dhan langsung menyalakan lagu K-Pop. Dhan auto nari-nari, ia mengambil remot TV untuk TV di kamar itu. Ia menggunakan remot TV itu untuk microphone-nya. Nala terdiam, merasa dia bukan temannya, lalu ia pergi ke toilet kamar itu. Dia keluar dari toilet ternyata... 

Membawa sikat gigi lalu ikut menyanyi dengan Dhan, keluar dari toilet seperti drama korea, sinetron, entah. Sebenarnya Nala mengambil sikat gigi yang disediakan dari sana-nya. Dan menggunakan sikat giginya untuk microphone. 'ding dong' suara bel di kamar mereka, Dhan berubah pura-pura seperti ingin menyalakan TV, sedangkan Nala membuka pintu dan menyembunyikan sikat giginya. "Ada yang bisa saya bantu?" Tanya pekerja di hotel. "Tidak ada, terima kasih.." Jawab Nala ramah, mba-mbanya itu pergi, dan mulai berisik lagi.

Rimun dan Tata memasuki kamarnya, tidak lama kemudian Tata kesandung karpet, dan Rimun tertawa terbahak-bahak sampai mulutnya besar.

Kamar yang isinya Mary dan Nadin pasti sunyi, apa yang mereka lalukan? Mary tidur, Nadin tidak ada yang bisa dilakukan jadi ikutan tidur. Tetapi kamar itu tidak akan sunyi karena disebelahnya ada Nala dan Dhan, tapi mereka gak peduli.

Ale si ahli letoy dan Dira si kutu buku gila sekamar. Yang pasti Dira saat masuk kamar langsung cari posisi nyaman dan baca buku. Ale bingung mau ngapain, "Dir minjem buku dong" Kata Ale. Dira memberi Ale buku setebal 1,5 cm, lalu Ale keberatan.

Tidak disadari sudah jam 25.06 Malam, waktunya tidur.

Paginya, pukul 04.60 semuanya sudah bangun, kecuali Mary. Nadin hendak membangunkannya dengan cara memanggil Khans kemari, Khans menggulingkan kasur yang di tidurin Mary, Mary pun terbangun.

Semuanya berkumpul dan sarapan.

BELOM SELESAI