Mohon tunggu...
Aisah Latif Mawarni
Aisah Latif Mawarni Mohon Tunggu... Penulis - Mahasiswa Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta

Saya Aisah Latif Mawarni, Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta. Selamat Membaca Email : aisahlatifma.aksigk21@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Nature

Manis dan Segar, Melon Intanon, Panenan Santri Milenial

23 Juni 2022   11:35 Diperbarui: 23 Juni 2022   16:52 758
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Benih yang ditanam oleh santri-santri Pondok Pesantren Darul Quran ini merupakan benih yang diproduksi oleh produsen benih terbesar kedua di dunia yaitu Rijk Zwaan di Belanda yang merupakan melon pilihan bahkan tergolong melon yang langka di Indonesia selain itu melon antalon ini juga memiliki ciri khas yaitu mempunyai kulit Golden dengan net yang cantik dan daging buah yang berwarna hijau segar dan menarik, rasanya pun tak kalah enaknnya dengan kelembutan dagingnya membuat lidah tak ingin berhenti memakannya. 

Untuk panen perdana melon Intannon ini Andre Mardianto selaku pengelola green house mengatakan bahwa panenan kali ini menghasilkan sekitar 800 kg lebih dengan berat buah rata-rata 1,7 kg.Pada pertanian ini santri-santri dalam Quran Wal Irsyad menanam kurang lebih 106 pohon di green house Pondok Pesantren Darul Quran Wal Irsyad yang setelah memasuki 75 hari kemudian dapat dipanen. 

Tingkat kemanisan buah dari melon Intanon ini juga sudah tidak diragukan lagi, setelah diuji coba menggunakan alat, rata-rata tingkat kemanisannya mencapai di atas 15 brix.Tentu manis sekali,,

Dari yang standar pasarnya, melon intanon dengan usia 75 hari biasa didapat dengan tingkat kemanisan 12 brix aja melon panenan Santri Tani Milenial ini mencapai 15 brix.

Dokpri
Dokpri

Selain melatih Skill dari santri-santrinya Pondok Pesantren Darul Quran Wal Irsyad  ini bekerjasama dengan Pondok Pesantren Al ittifaq Bandung dalam proses pemasarannya kedepannya proses pemasarannya akan dikirimkan ke pondok pesantren al-ittifaq yang kemudian disalurkan pada Yogya supermarket, sayur box dan berbagai channel-channel lainnya. 

Untuk harga terkandung tergantung dari sananya tapi perkiraan harganya sekitar Rp25.000 per kg" begitu kata pengasuh dari PP. Darul Quran Wal Irsyad.

Melalui kegiatan ini, menunjukan keberhasilan dari program dan inkubasi ALEC dalam menciptakan nilai ekonomi baru bagi pondok pesantren. Peran sentral PP. Darul Quran Wal Irsyad ikut tercanangkan, sebagai penggerak ekonomi umat makin dirasakan, melalui pemupukan jiwa enterpreneur di kalangan santri milenial untuk terjun dan memperkuat sektor pertanian modern ini. 

Dengan bergabungnya DQ dalam kopontren ini, dapat mendidik jiwa entrepreneur, etos kerja dan mindset balance para santri. jangan tua sebelum kaya, tak hanya kaya ilmu, akhlak dan bekal akhirat  tapi juga berkecukupan untuk menyiapkan dan mengembangkan diri di kehidupan dunia. 

Senada dengan itu, ada pula hadis yang berarti :

" Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu hidup kekal dan beramallah untuk akhiratmu seakan-akan kamu mati besok"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun