Mohon tunggu...
Ainun Nimah
Ainun Nimah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Saya suka menonton film, suka berkendara, memotret alam dan saya suka mengunjungi tempat wisata yang bertajuk alam :D

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Mengapa Harus Ada Stigma Masyarakat Mengenai Keberlangsungan Belajar?

11 September 2022   09:57 Diperbarui: 11 September 2022   10:11 383 6 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Baik teman-teman semua, disini saya akan membahas mengenai banyaknya stigma masyarakat terhadap keberlangsungan proses belajar seseorang untuk menempuh ke jenjang yang lebih tinggi. Stigma ini kerap kali dilontarkan kepada perempuan khususnya di daerah pedesaan. 

Apakah teman-teman pernah mendengarkan kata-kata seperti ini “Kenapa sih harus sekolah tinggi-tinggi, orang nanti juga akhirnya tempat kita di dapur” dan juga “Nggak usah sekolah tinggi-tinggi, lebih baik langsung nikah aja ngurus keluarga” ada juga yang “Nggak usah sekolah jauh-jauh, kamu perempuan nanti kalo terjadi apa-apa siapa yang repot, mending dirumah saja”.

Jujur saya kerap kali mendengar kata-kata seperti itu, bahkan saya sebagai salah satu masyarakat desa turut mendengarkan kata yang demikian, dan tidak hanya sekali atau dua kali, tetapi sering. Nah pertanyaan yang muncul dibenak saya “Apa sih salahnya kita belajar dan mempelajari apapun selagi memiliki dampak yang baik buat kedepannya?”

Nah, sebelum kita mengupas lebih dalam lagi mengenai permasalahan ini, apa dan mengapa seseorang itu harus belajar.

APA SIH BELAJAR ITU ????


DAN APAKAH BENAR BILA BELAJAR BISA MENGAKIBATKAN HAL SEPERTI GAMBAR DIBAWAH ??????

Apakah dibenak kalian belajar itu hanya ketika seseorang duduk di kursi dan mengahdap sebuah buku yang terbuka kemudian membaca dan menghafalnya ? Tidak, dan bukan hanya sekedar itu. 

Terkait dengan pengertian belajar itu sendiri, telah dijelaskan oleh Aunurrahman (201:35) yang menjelaskan bahwa belajar adalah suatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri di dalam interaksi dengan lingkungannya. 

Sedangkan menurut Dimyati (2009 : 5) menerangkan apabila siswa belajar, maka akan terjadi perubahan mental pada diri siswa.

Maka telah kita pahami ya teman-teman, belajar itu bisa diartikan sebuah rangkaian proses yang bisa merubah, meng upgrade diri yang semula tidak tahu kini menjadi lebih tau. Belajar juga bisa di artikan menjadi beberapa hal :

  • Berubah

Yaitu berubahnya tingkah laku seseorang, coba teman-teman ingat kembali pasti dulu kita diajari oleh orang tua kita bila bertemu dengan orang yang lebih tua kita disuruh untuk salim atau berjabat tangan, sebelum di beritahu oleh orang tua apakah kita tahu tentang salim ? tidak kan ? nah dengan salim ini, orang tua kita mengharapkan kit untuk berlaku sopan dan menghormati kepada seseorang yang lebih tua.

  • Melibatkan

Belajar adalah suatu proses yang melibatkan antara individu dan kelompok, contohnya ketika seseorang belajar di sekolah dengan cara bersama-sama, ini disebut belajar dengan cara berkelompok, berbeda ketika seseorang belajar dengan menghadap sebuah buku atau dengan cara les privat.

  • Memahami

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan