Mohon tunggu...
Ainun Naim
Ainun Naim Mohon Tunggu... Mahasiswa

Sukses karena menikmati proses

Selanjutnya

Tutup

Novel Pilihan

Tiga Sahabat

13 April 2021   11:36 Diperbarui: 13 April 2021   12:36 55 2 0 Mohon Tunggu...

Malam hari di atas kasur, tengkurap laki-laki kelelahan selesai menjalankan kesibukan hari-hari nya. Lima menit mata terpejam seolah sudah terbang entah kemana. Terbangunkan suara getar hanphone, pesan masuk dari nomor tak dikenal. Dengan nyawa belum genap terkumpul membuka pesan tersebut kemudian dibacanya. Ternyata dari seorang gadis yang bertanya perihal materi ujian kelulusan yang segera dilaksanakan. Gadis itu bernama Rara Rea atau biasa dipanggil Rea, merupakan salah seoarang siswi di sekolah yang berbeda.

Pesan tersebut ia balas berbuntut percakapan panjang antara keduanya. Obrolan hanya seputar materi ujian, setengah jam berlalu obrolan berlanjut, tidak lagi membahas materi ujian, melainkan saling perkenalan. "Eh.. Btw darimana kamu mendapatkan nomorku?" tanya laki-laki melalui pesan whatsapp. Gadis itu membalas melalui pesan suara,  dengan durasi kurang lebih dua menit dijelaskanlah semuanya.

Gadis tersebut mendapat nomor sang laki-laki dari salah seorang temannya. Dan ternyata mereka sudah beberapa kali berkegiatan bersama. Tidak kenal mungkin karena samar atau tidak terlalu memperhatikan. Selanjutnya, giliran Rea yang bertanya kepada laki-laki yang hanya sekilas ia tahu bernama Wira.

"Namanya mas.. Wira kan?" tanya Rea dengan polosnya.

"Orang-orang biasa memanggilku dengan itu, kalau nama lengkapku Wira Satriaji." Jawab singkat.

Tak terasa waktu telah menunjukan pukul sebelas malam. Menunggu lama pesan belum juga dibalas, "Ah.. Mungkin ketiduran" pikir nya sambil meletakkan handphone di atas meja belajar samping kasur.  Berniat tidur dan mencoba memejamkan mata, namun justru fikiran berimajinasi mengingat-ingat siapa itu Rea. Percakapan panjang yang baru saja dilalui seolah memberikan rasa yang berbeda.

Keingingin tahuan akan siapa gadis itu membuat wira berfikir keras, mencoba mengingat, namun tetap saja tidak bisa. Belum sampai berhasil, kantuk datang menyerang badan yang sedari tadi kelelahan. Memutuskan untuk istirahat, berharap mendapat jawaban dalam mimpi.

***

Pagi yang cerah diiringi suara burung bernyanyi, Wira bersiap untuk berangkat ke sekolah, tapi sebelum itu ia teringat akan kejadian semalam yang membuat hati seolah tidak tenang. Dibuka handphone terdapat pesan masuk darinya. 

"Maaf mas, semalem aku ketiduran.."

"Eh iya gapapa kok.." Wira singkat membalas pesan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x