Mohon tunggu...
NIA
NIA Mohon Tunggu... melukiskan imajinasi menjadi pesan yang berarti

Seorang pembelajar untuk kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Tanda Cinta

23 Desember 2019   15:10 Diperbarui: 28 November 2020   07:35 129 0 0 Mohon Tunggu...

Pernahkah terlintas di benakmu, mengapa dari sekian banyak kisah hidup yang kau saksikan dalam drama, kehidupan yang kau jalani justru sangat berbeda. Sementara orang lain memiliki kisah yang indah seperti impianmu?

Apa kau menemukan jawabannya? Sebagian besar mungkin akan menjawab sudah takdir.

Lalu apa takdir itu? Bagaimana sebuah takdir untuk manusia diputuskan?

Mengapa dari miliaran manusia yang menghuni bumi, dia yang terpilih untuk dekat denganku?

"Nunggu temannya, Mbak?" Aku menoleh ke sumber suara. Seorang bapak paruh baya tersenyum kepadaku. Sejak kedatanganku, beliau memang sudah mengamati gerak-gerikku yang suka mengecek jam di tangan dan memandang gereja yang berada di seberang jalan.

"Iya, Pak!"

"Memang temannya ke mana?"

Aku menoleh lagi. "Masih kebaktian, Pak."

Bapak itu menggumam paham dan mengangguk. Tangannya bergerak lincah menyiapkan semangkuk bakso panas yang diletakkan di atas nampan, lalu dibawa menuju meja seorang pembeli yang baru datang.

"Mbak nggak ikut?"

Aku mengulum seulas senyum, merasa tergelitik dengan pertanyaan itu. Selanjutnya, aku hanya menggeleng, tak tertarik memberikan jawaban berupa sebuah kata bahkan kalimat. Dua manikku telah terfokus pada laki-laki yang sedang berlari menyeberang jalan bermandikan gerimis, menghampiriku.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
  13. 13
  14. 14
  15. 15
  16. 16
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x