Fatmavati
Fatmavati Swasta

Penikmat dunia fantasi, film kartun, dan bakso Https://www.Travrilia.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Si Mungil yang Hangatnya Setia Menemani

10 Agustus 2018   14:53 Diperbarui: 10 Agustus 2018   15:04 415 1 0

Seorang gadis bernama Calin bak Bawang Merah semenjak mamanya menikah kembali. Sifatnya berbanding terbalik dengan sang saudara tiri, Mora, yang cantik, pintar dan baik hati. Suatu hari seorang laki-laki populer di sekolah, Gibran, meminta Calin mengikuti pentas drama dan memilih peran menjadi Bawang Putih.

Paragraf di atas merupakan cukilan sinopsis dari novel terbaruku. Senang rasanya dipinang penerbit mayor, Diva Press, yang akan terbit September mendatang. Judulnya Carita Calin. Beberapa teman yang tahu kabar novel ini menanyakan, "Kok bisa sih nulis fiksi?" Maklum semasa kuliah aku kerap bergelut dengan karya ilmiah dan mengikuti perlombaan seputar hal tersebut. Karena kini sudah lulus kuliah dan tidak bersentuhan dengan dunia penulisan ilmiah, aku memulai mengejar impian lama memiliki novel bertuliskan namaku.

Tidak gampang menuntaskan satu novel. Bagiku, malah lebih gampang menyelesaikan proposal skripsi yang kelar dalam satu semester dan berhasil menyandang titel sarjana daripada novel. Kenapa? Bukannya skripsi lebih njlimet mumetnya kan ya? Memang sih, tapi novel membutuhkan waktu dan tahapan yang panjang dari aku mulai menulis, mencari penerbit yang mau menerima, proses editing sampai akhirnya nanti dipasarkan dan mejeng di rak toko buku. Kurang lebih dua tahun loh proses awal sampai akhir. Wow, kan! Dalam kurung empat bulan aku berhadapan dengan layar laptop mengarap naskah novel. Setiap hari aku menulis 2-3 halaman supaya target bisa tamat hingga tebal naskahku sekitar 200an halaman. Hampir setahun ditolak beberapa penerbit. Dan bulan-bulan selanjutnya penantian kelahiran.

Tidak sabar menantikan Bulan September tiba. Sembari menunggu 'anak pertama keluar', aku bersama jemari-jemari tangan melatih otak dengan menulis blog. Mulai memikirkan konsep, menulis draft, editing, publish, lalu men-share hasil tulisan ke media sosial. Memang belum bisa dikatakan anak blogger sih, hehe. Masih terus belajar sebagai pemula. Terkadang tulisan masih loncat-loncat dan tampak kaku. Untuk bisa rutin menulis setidaknya seminggu sekali di blog, aku mengikuti beberapa perlombaan blog. Alhamdulillah, pencapaian yang disyukuri dari menulis blog, aku mendapatkan penghargaan sebagai pemenang harapan, nominator, dan artikel yang bakal dibukukan. Tapi sering kalahnya ketimbang menangnya, hehe. Pengalaman ini kujadikan pelajaran untuk menempa diri. Mulai mendapatkan kenalan-kenalan baru, mengenal blogger senior dan yang sudah punya skill lebih.

img-20180810-103142-5b6d3d7dbde57543001ffb26.jpg
img-20180810-103142-5b6d3d7dbde57543001ffb26.jpg
Tolak Angin Care, Si Mungil yang Hangatnya Setia Menemaniku Berkarya

Bagaimana aku memiliki semangat dalam berkarya? Mau tahu rahasianya? Ada yang selalu menemaniku di samping laptop. Si mungil, Tolak Angin Care.

Kok ada yang bentuk roll on? Bukannya Tolak Angin produknya sachet cair untuk dikonsumsi ya saja? Mungkin banyak yang bertanya-tanya begitu. Tolak Angin Care merupakan produk Sidomuncul yang juga memproduksi Tolak Angin sebagai obat herbal terstandar untuk mencegah dan mengatasi masuk angin. Formula Tolak Angin Care berasal dari bahan alami seperti Menthol, Champor, Peppermint Oil, Ginger Oil, Fragrance (citrus), serta Base Oil. Sesuai tulisan yang tertera pada kemasan, Tolak Angin Care berkhasiat memberikan sensasi menyegarkan, meringankan masuk angin, sakit kepala, perut kembung, gejala flu, mabuk perjalanan, gatal karena gigitan serangga, dan sebagai minyak angin aromaterapi. Manfaatnya banyak, TolakAnginBerkhasiatLebih tidak hanya mengobati masuk angin.

Pandangan pertama ketika kumilih Tolak Angin Care karena bentuknya roll on dan modern itulah yang membuatku sebagai anak muda langsung tertarik. Kemasannya berwarna kuning yang identik dengan produk Tolak Angin, sangat eye catching. Kalau kehabisan Tolak Angin Care, aku langsung hafal produk tersebut dari warnanya ketika membeli. Harganya pun terjangkau di dompet.  Terakhir aku beli di toko swalayan, Rp. 6.625,00. Murah, kan? Apalagi penggunaannya praktis, tinggal dibuka tutupnya lalu dioleskan ke bagian tubuh atau bisa dihirup.

img-20180810-104406-5b6d3dc1ab12ae7ac016d2f3.jpg
img-20180810-104406-5b6d3dc1ab12ae7ac016d2f3.jpg
Menyelesaikan tulisan sesuai target yang kuinginkan tidak semudah membalikan telapak tangan. Tidak mulus-mulus juga. Ada kalanya aku merasakan keletihan gara-gara keseringan bedagang. Kepala mau pusing. Rasanya ingin melambaikan tangan. Untungnya Tolak Angin Care menyemangati dengan aromaptherapy-nya yang seakan memijat tubuh. Tolak Angin Care yang memberikan kehangatan dan memulihkan kembali tubuh yang penat ini. Memang terapi kesehatan kok ini! Cukup dioles ke bagian tubuh yang memerlukan. Biasanya aku mengoles ke leher dan kening.

Menjaga mood dalam menulis itu memang penting supaya konsisten. Tapi aku kerap bad mood-nya ketimbang good mood, alhasil berujung malas melanjutkan menulis. Adanya Tolak Angin Care, aku bisa melakukan relaksasi dengannya. Cukup kuhirup Tolak Angin Care, produk ini bekerja dengan penciuman. Sejenak merasakan sensasi menyegar yang diberikan Tolak Angin Care dan memunculkan perasaan mood yang baik untuk kembali ke tujuanku menulis.

Waktu menulis terbaik menurutku ketika di malam hari yang sunyi bahkan subuh. Aku tidak suka suasana yang ramai karena bisa memecah pikiranku. Namun akhir-akhir ini suhu semakin dingin dengan berhembusnya angin Australia, membuatku memilih ingin bergelung di balik selimut ketimbang duduk di depan laptop. Tapi kalau tiduran melulu, tulisan apa kabar? Nah, Tolak Angin Care sungguh peduli padaku. Hangatnya Tolak Angin Care cepat menyebar di bagian tubuh yang kuolesi. Dia yang menemani dalam dingin.

Kehabisan ide pun sering. Istilahnya writer's block. Seakan stress tidak dapat menemukan ide. Berdiam diri di dalam kamar tidak menghasilkan apa-apa, aku pun aku menjauhkan diri dari layar laptop dan keluar rumah. Jalan-jalan. Mengayuhkan kaki hingga ke pantai dekat rumah. Kulari ke pantai tapi tidak teriak, hehe. Debur ombak yang menghembas pasir kerap memunculkan imajinasi dalam pikiranku. Tidak hanya jalan ke tempat yang mudah dijangkau, aku pun melakukan perjalanan hingga batas kota. Apalagi niche blogku mengenai travel. Tempat-tempat wisata pun aku harus kunjungi. Tolak Angin Care tidak lupa kubawa serta karena produknya yang kecil mudah dibawa kemana-mana. Aku tidak khawatir membawanya karena tidak tumpah. Sebelum memulai perjalanan, aku kerap mengoleskan Tolak Angin Care. Rasa enek ketika di dalam kendaraan bisa memicu mabuk. Itu kenapa aku wajib membawa Tolak Angin Care. Cukup dimasukkan ke dalam holder, dia pun menjadi teman perjalanan. Pas banget digunakan untuk traveller.

Tidak bohong kan jika kukatakan TolakAnginBerkhasiatLebih. Tolak Angin Care memang cocok digunakan sehabis beraktivitas padat dan melepaskan kepenatan. Aku tidak khawatir dalam berkarya, karena ada si mungil Tolak Angin Care yang menemani. Ini pengalamanku dengan Tolak Angin, bagaimana denganmu?