Mohon tunggu...
Aida Al Fath
Aida Al Fath Mohon Tunggu... Guru -

Belajar dari Pengalaman. Berbagi Manfaat. dan terus Berkarya

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Aishah, Bergerak untuk Perubahan berkat Panggilan Hati

20 Mei 2015   21:45 Diperbarui: 17 Juni 2015   06:46 93
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Assalamu alaikum.

Panggilan hati, itulah ungkapan yang paling nyata dan paling berpengaruh bagi seorang wanita muda, dewasa, cerdas, dan cantik seperti Aisyah, S.Psi (S1 Psikologi). Tak ada yang lebih berharga dalam hidupnya selain berbagi kebahagiaan bersama orang lain, berbagi ilmu pengetahuan kepada kaum perempuan sekitarnya, membangkitkan semangat belajar anak-anak usia dini, dan berupaya membangun rumah sekolah yang baru dua bulan terakhir ini dirintisnya bersama seorang sahabat.

[caption id="attachment_418945" align="aligncenter" width="300" caption=" Saya bersama Aishah, berpose setelah wawancara langsung di kantornya :) (DokPri)"][/caption]

Tidak mudah menemukan wanita yang memiliki pandangan luas seperti Icha. Demikian saya menyapa beliau agar lebih akrab saat kali pertama ngobrol lepas di ujung handphone. Mencari sosok pejuang masa depan khusus wanita dan anak-anak yang hampir tak dikenal dunia luar, bagi saya adalah pengalaman pertama yang penuh tantangan, dimana saya harus mencatat apa adanya sesuai pengakuan dari sang narasumber. Sebelumnya, saya menelpon beberapa teman yang saya pikir memenuhi kriteria sebagai wanita inspiratif. Susahnya lagi adalah mereka yang tergolong wanita inspiratif itu harus berumur 25 sampai 35 tahun saja. Padahal jika dipikir-pikir, sebenarnya disekitar kita banyak sekali wanita isnpiratif yang dapat dijadikan panutan, tapi mereka rata-rata sudah sangat berumur alias tidak muda lagi.

Sosok ibu tiga orang anak ini terkesan bersahaja, terbuka, dan sangat ramah ketika saya menemuinya dikantor tempatnya bekerja di kota Makassar. Ibu muda ini lahir di Maros, 17 Oktober 1982 dan kini menetap di Perumahan Dewi Kumalasari Blok AB 6, No.6, Daya, Makassar. Tak ada yang terlihat istimewa dari caranya berpenampilan, tapi saya tersadar bahwa Aishah memang bukan siapa-siapa dimata publik, tapi pemikiran dan jiwa sosialnya telah membawa perubahan terbaik bagi anak-anak, ibu rumah tangga, dan sahabat disekelilingnya. Prihatin dengan kondisi anak-anak yang terlantar dipinggir jalan membuat hati kecil Aishah menangis, iba, dan tidak tega. Ingin sekali rasanya Aishah turun dari kendaraan untuk merangkul mereka satu persatu, membawanya kerumah, memberinya makan minum yang bergizi, memberikan pakaian layak pakai, menyekolahkan dan mendidiknya dengan baik. Aisha hanyalah perempuan biasa, tidak memiliki harta yang banyak, memiliki rumah yang hanya bisa memuat keluarga kecilnya, tapi jalan untuk memberikan uluran tangan tak pernah melihat keterbatasan apapun itu. Jika tak berharta, lalu apa yang bisa diberikan? Tentu saja Aishah memiliki segudang ilmu dan cerita kehidupan yang bermakna. Tulus dan berwibawa, membaut Aishah selalu diberi kepercayaan sebagai Pembina Komunitas Pencinta Anak Jalanan (KPAJ) Makassar. Salah satu pengalaman yang sangat berharga, Aishah semakin tergerak untuk membantu orang-orang disekitarnya yang sangat membutuhkan bimbingan dan motivasi. Tidak pelit ilmu dan waktu, Aishah rela dan bersedia meluangkan waktunya yang super sibuk untuk berbagi pengetahuan kepada mereka yang haus akan ilmu dan spirit.

[caption id="attachment_418946" align="aligncenter" width="300" caption="Aishah, narasumber talkshow parenting (DokPri"]

14321358241216532352
14321358241216532352
[/caption]

Tidak ada hal yang tidak mungkin selama niat tulus semakin menggelora dalam sanubari, maka karena alasan apa lagi yang membuat Aishah harus menunda kebaikan? Aishah sadar akan kendala dan kesulitan yang akan dihadapinya. Dalam hal ini, Aishah dituntut untuk lebih pandai mengatur waktu antara keluarga, pekerjaan, dan tugas-tugas kemasyarakatan yang diembannya. Disisi lain, kendala masih menantang Aishah, yakni adanya sikap apatis dari sebagian kaum perempuan untuk mau terus belajar serta adanya stereotip bahwa perempuan itu tidak perlu terlibat di wilayah publik.

Ya, butuh perjuangan ekstra bagi Aishah untuk memberikan kesadaran kepada kaum perempuan, membuka mata mereka untuk melihat dunia luar, bahwa kaum perempuan tidak lagi terkungkung rapat didalam rumah mengurus dapur, suami, dan anak-anaknya saja. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk kepentingan orang banyak diluar sana. Sungguh saya sangat merasakan betapa sosok Aishah yang tak gentar pantang menyerah memberikan arahan kepada kaum perempuan.

Berikut adalah pengalaman Aishah bergerak melakukan perubahan didunia pendidikan dan sosial kemasyarakatan:

-Tenaga pengajar pada Akper Putra Pertiwi Soppeng

-Tenaga pengajar pada Akbid Menara Primadani Soppeng

-Ketua Pimpinan Daerah Persaudaraan Muslimah (SALIMAH) Kab. Soppeng

-Pendiri Tempat Penitipan Anak (TPA) Madani

-Pemateri parenting

-Pembina Komunitas Pecinta Anak Jalanan (KPAJ) Makassar

-Pembina Komunitas BIDIK Potensi Mahasiswa

-Trainer

[caption id="attachment_418953" align="aligncenter" width="300" caption="Aishah, Duta Dancow Parenting Center Makassar, 2013."]

14321369862010532334
14321369862010532334
[/caption]

Berbekal pengalaman tersebut diatas, lambat laun akhirnya Aishah dinobatkan sebagai Duta Dancow Parenting Center Makassar Tahun 2013. Seorang Duta asal Makassar yang bertanggungjawab mengarahkan kaum perempuan baik yang belum berkeluarga maupun yang sudah berkeluarga seputar dunia parenting dan pendidikan anak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun