Mohon tunggu...
Aida Adha Siregar
Aida Adha Siregar Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswi Komunikasi Penyiaran Islam, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Halo teman-teman, saya Aida Adha Siregar. Biasa dipanggil Aida. Mahasiswi aktif Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, program studi Komunikasi Penyiaran Islam. Saya lahir di Jakarta, 22 Januari 2005. Hobi saya membaca dan menulis. Saya suka bercerita lewat tulisan. Saya pernah beberapa kali terlibat dalam kegiatan menulis dan kesusastraan Indonesia di sekolah saya dulu. Salah satunya, saya pernah menjadi perwakilan MAN 16 Jakarta dalam kegiatan LKIR (pelatihan penulisan karya tulis ilmiah) yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Kecintaan saya terhadap dunia bahasa telah ada sejak saya kecil. Selain kegiatan LKIR tadi, saya juga beberapa kali mengikuti perlombaan dan seminar menulis untuk mengasah minat dan bakat saya. Seringkali saya mendapat kabar mengecewakan karena tulisan saya belum memenuhi syarat untuk lolos ke tahap selanjutnya dalam suatu perlombaan. Tapi hal tersebut justru memantik semangat saya untuk terus belajar agar dapat menulis dengan baik. Dulu, sebelum saya masuk ke dalam program studi Komunikasi Penyiaran Islam ini, jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia adalah impian saya. Beberapa kali saya mencoba mendaftar di jurusan bahasa, dan banyak sekali penolakan yang saya terima. Tapi tidak apa, saya senang sekarang. Tuhan punya rencana baik lain untuk saya. Di program studi Komunikasi Penyiaran Islam ini, saya juga banyak sekali belajar tentang dunia menulis! Oleh karena itu saya di sini. Mencari dan menggali diri saya lewat blog ini. Teman-teman, salam kenal.

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Perasaan yang Wajar

16 November 2022   18:06 Diperbarui: 16 November 2022   18:13 64
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Mungkin tulisan ini akan dirasa kurang cocok berada di artikel besar, sebesar Kompasiana ini. Namun, rasa-rasanya saya ingin sekali berbagi ini dengan teman-teman. 

Di sepanjang waktu yang sudah kita lewati, minggu, hari, jam, detik yang berlalu, rasa lelah pasti datang. Rasa-rasanya kita sebagai manusia memang harus merasakan itu. Perasaan ini layaknya harus kita terima dengan lapang. Tidak 'mencela' apa lagi memaksanya pergi.

Perlu teman-teman pahami, perasaan lelah ini juga perasaan nyata layaknya perasaan senang dan bersemangat. Sedikit bercerita, beberapa hari lalu saya dihadapkan pada posisi ini. Setelah beraktivitas seharian penuh di luar rumah, tubuh merasakan lelah berlebih. 

Bahkan pada saat itu, tidur pun tidak mampu menghilangkannya. Beberapa kali saya mengeluh dengan berbicara sendiri, "Ya ampun, capek banget!" betul teman-teman, saya menerima rasa lelah itu.

Melalui ini, saya ingin teman-teman paham bahwa lelah adalah hal yang sangat-sangat wajar yang dialami manusia. Mengingat sedang meningkatnya kasus bunuh diri karena tekanan berlebih atau depresi. Tekanan berlebih dan depresi yang berakhir pada bunuh diri ini adalah akibat dari tidak mampunya individu menerima rasa lelah itu. 

Walaupun banyak faktor lain yang mempengaruhi, seperti masalah keluarga, teman, pasangan, pekerjaan, dan lain hal sebagainya. Tapi, tak jarang kita temukan, seseorang mengakhiri hidupnya karena merasa sudah tidak mampu, atau sangat-sangat lelah pada hidupnya.

Oleh karena itu, dengan ini saya tegaskan bahwa sangat penting menerima perasaan lelah itu. Perasaan lelah juga memang seringkali menghadirkan rasa sedih. Tak jarang jika kita merasa lelah, tiba-tiba saja sedih itu datang. Padahal, kita tidak sedang memikirkan hal-hal sedih. Nah, perasaan lelah bercampur sedih ini juga harus diterima. 

Teman-teman, kita sebagai manusia sudah diciptakan Tuhan dengan sebaik-baiknya. Tuhan memberikan perasaan-perasaan itu dengan tujuan tertentu. Apabila ada kebahagiaan, maka ada kesedihan. 

Jika ada perasaan semangat, maka ada pula rasa lelah. Semua itu sudah Tuhan rancang dengan seimbang. Bayangkan jika hanya ada perasaan senang di dunia ini. Tidak mungkin, bukan?

Begitu, teman-teman. Untuk yang sedang lelah, terima dulu, ya? Istirahat, nanti jalan lagi.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun