Mohon tunggu...
Ahwal Laili SP.
Ahwal Laili SP. Mohon Tunggu... Freelancer - Its me

Tulislah apa yang yang ingin kamu tulis !

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

5 Kesalahan Konsumen yang Merugikan Penjual dalam Berbelanja Online!

2 Juli 2018   12:16 Diperbarui: 2 Juli 2018   12:18 621
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Pernah berbelanja online? Tentu pernah dong yah.. sadar tidak sadar, berikut 5 kesalahan yang bisa merugikan seller (penjual) dalam berbelanja online :

1. Jarang Update Info (Gak baca deksripsi barang)
Terkadang konsumen lupa atau memang terburu membeli sampai males baca info dekskripsi suatu barang dalam jual beli online. Padahal hal ini sangat penting untuk dibaca sebagai informasi terkait barang, dampaknya kebanyakan konsumen menyalahi seller (penjual) terkait barang yang dipesan. Padahal yang kurang aware itu konsumen sendiri yang tidak sempat membaca deksripsi barang. 

Selain itu ada baiknya konsumen menanyakan adanya barang ke seller melalui layanan chat yang sudah disediakan karna jika tidak menanyakan barang terlebih dahulu, biasanya seller (penjual) mengirimkan barang secara random jika warna barang yang dipesan sudah habis.

2. Jarang Liat Review Produk
Biasanya konsumen malas baca review produk dari pembeli sebelumnya, padahal ini penting! Bagi konsumen yang baru pesan barang, setidaknya ngasih review produk agar bisa menjadi rekomendasi bagi konsumen (pembeli baru) lainnya dan disesuaikan dengan kondisi yang sebenarnya (sesuai fakta).

3. Ngerasa jadi KORBAN PENIPIPUAN online

Paling greget ketika kita melihat/membaca atau bahkan menemukan tipe konsumen yang "ngerasa jadi korban penipuan online" rasanya greret banget gitu yaa.. Biasanya konsumen jenis ini adalah orang yang baru pertamakali berbelanja online. Misalnya yang lagi viral akhir-akhir ini tentang "Pembeli Online yang gak dikasi nomor resi pengiriman padahal BARANGNYA sudah nyampe ke dia sendiri (nyampe ke pembeli).

 Duhh pliss deh, yang harusnya ngerasa ditipu dan jadi korban penipuan online tuh kayak kalian pesen barang dikirimin nomor resi tapi barangnya gak nyampe-nyampe. Lah ini ?? Barang udah nyampe malah ngotot minta nomor resi?!  Ya Tuhan greget banget deh sama konsumen yang tipe begini... yah mau gimana lagi yah, emang beginilah kondisi konsumen saat ini dalam berbelanja online.

Bagi konsumen yang merasa seperti ini pliss deh ayoo upgrade info lagi biar gak merasa drama jadi korban penipuan online.

4. Ngeshare Info sesat yang menjatuhkan SELLER
Tipe konsumen yang menjatuhkan seller seperti ini nih yang biasanya berawal dari kesalahan konsumen yang jarang banget apdet info soal berbelanja online. Misalnya ada beberapa seller (penjual) yang sudah memberikan deksripsi di setiap barang untuk menambah biaya pemasangan bubblewrap. 

Hal ini biasanya jarang sekali untuk dibaca konsumen sehingga ketika barang datang kondisinya penyok, padahal dari awal seller sudah memberikan info untuk menambah biaya pemasangan bubblewrap dalam menjaga kondisi barang selama proses pengiriman berlangsung. 

Nah biasanya jenis konsumen seperti ini keburu emosi dan buru-buru ngeshare info sesa tentang seller yang barangnya jeleklah apalah. Duhh plis dehh mulai sekarang konsumen lebih aware lagi jangan buru-buru ngasih info yang menjelekkan seller, karna bisa jadi yang salah tuh bukan sellernya, tapi pembelinya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun