Ahmad Humaidi
Ahmad Humaidi Freelance Writer

Mulai Menulis Dari MEDIA NOLTIGA (FMIPA UI), Sriwijaya Post, magang Kompas, Sumsel Post hingga sekarang tiada berhenti menulis... Menulis adalah amalan sholeh bagi diri dan bagi pembaca sepanjang menulis kebenaran dan melawan kebatilan.....

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Bohong Afi Jadi Pahlawan Bohong Ratna Jadi Pecundang

12 Oktober 2018   11:11 Diperbarui: 12 Oktober 2018   11:34 179 0 0
Bohong Afi Jadi Pahlawan Bohong Ratna Jadi Pecundang
Image result for presiden jokowi kenalkan afi penulis muda

Kebohongan Afi Nihaya Faradisa mengesankan dirinya pahlawan. Berakibat Presiden Jkw yang punya polisi secepat kilat membongkar kebohongan Ratna menjadi tidak berdaya. Berhari-hari menjadi korban kebohongan Afi tanpa ada penegakkan hukum terhadap Afi yang pelaku kebohongan. Bahkan sempat mengundang Afi masuk dalam istana, ngobrol dan selfi2an.

Keberhasilan Afi membohongi Presiden selama berhari-hari terbilang prestasi kebohongan luar biasa. Berupa kebohongan sebagai penulis padahal tulisan atas namanya yang viral di medsos bukanlah tulisannya melainkan tulisan penulis lainnya. Afi hanya plagiator saja.

Mungkin kebohongan Afi menyerupai kebohongan mobil Esemka yang juga berlangsung berhari-hari sebelumnya akhirnya ketahuan kalau mobil Esemka buatan RRC. Karenanya sesama pembohong tidak boleh saling mendahulu. Biarlah menjadi rahasia bagi sesama pembohong.

Ratna tidak pernah tahu adanya kesepakatan tidak tertulis sesama pembohong. Tiba2 Ratna mengikuti jejak Afi melakukan kebohongan Ratna meski cuma satu hari saja dengan mengesankan dirinya pecundang digebukin tiga lelaki gagah. Koban kebohongan Ratna tidak tanggung2 yaitu capres Prabowo pesaing capres Jkw, Bapak Reformasi Amin Rais, politisi Gerindra Fadli Zon dan orang2 terkenal lainnya di sekitar Prabowo.

Meski Ratna bukan anak kemarin sore sebagaimana Afi melainkan perempuan sudah lanjut usia dan punya pengalaman malang melintang menjadi aktivis HAM namun masih kalah dengan Afi dalam soal kebohongan. Pasalnya, Afi bukan hanya bisa membohongi capres Jkw tapi juga Presiden Jkw. Bahkan jutaan rakyat menjadi korban kebohongan Afi. Tidak hanya sehari tapi berhari-hari.

Lebih dari itu kebohongan Ratna tidak mampu membohongi polisi meski hanya satu hari saja sedangkan kebohongan Afi berhasil membohongi Kapolri dan seluruh anak buahnya. Kemampuan dan keahlian serta perlengkapan IT polisi yang begitu modern mati kutu dihadapan kebohongan Afi.

Tidak begitu ketika polisi menghadapi kebohongan Ratna. Begitu Ratna baru saja memulai membohongi Prabowo begitu pula polisi langsung melacak, melicik dan memeriksa setiap kata demi kata yang keluar dari Ratna lalu mencocokkan dengan kejadian nyata di TKP secepat kilat. Hasilnya, sebelum Prabowo mengetahui dirinya dibohongi Ratna ternyata polisi sudah bisa membongkar kebohongan Ratna berikut bukti2nya kalau Ratna berbohong.

Nasib lebih buruk juga menimpa Ratna ketimbang Afi. Sebab Ratna kena tangkap dan tahan polisi atas kebohongannya yang hanya satu hari saja. Polisi meminta pertanggungan jawabnya atas kebohongannya yang dilarang konstitusi. Mendapat ancaman hukuman penjara beberapa tahun.,

Bagaimana dengan Afi? Perempuan muda usia masih bisa berlenggang kangkung ke mana2 dan di mana2. Polisi tidak menuntutnya dan menghukumnya. Dia hanya kena hukuman publik di mana publik tidak lagi percaya dengannya. Namanya menjadi dikenal dan terkenal sebagai plagiator muda.

Ambil hikmah dari kasus kebohongan Afi dan Ratna. Jadilah pembohong di usia muda biar tidak ditangkap polisi. Sebab menjadi pembohong di usia lanjut bisa ditangkap polisi. Begitu pula orang2 yang menjadi korban kebohongan orang usia lanjut bakal diperiksa polisi yang awalnya sebagai saksi tapi bisa jadi akhirnya menjadi tersangka.